Menata Pembangunan dari kota ke Kampung: Alnordus Douw Ketua KAP Kab.Dogiyai

Alnordus Douw Ketua KAP Kab.Dogiyai

Badan pengurus daerah kamar Adat Pengusaha Papua (KAP-PAPUA) Kabupaten Dogiyai.

Oleh: Ketua BPD KAP PAPUA Kabupaten Dogiyai Alnordus Douw. HUT KAPP Ke-15.
BEKERJALAH BAGI NEGERIMU

Tua-Tua Adat bersama Pemerhati Ekonomi dan Pendiri KAP-Papua dibawah Naungan Bapak, Jhoni Wamu Haluk, Memikirkan dan merumuskan Ide dan Gagasan untuk membangkitkan Ekonomi Orang Asli Papua ditanah yang penuh dengan susu dan madu ini.

Oleh sebab itu, hasil rumusan ide dan Gagasan tersebut melahirkan dan juga mendirikan Perahu dengan nama Kamar Adat Pengusaha Papua (KAP-PAPUA) pada 30 Juni tahun 2006. Yang didukung Oleh Hak-Hak Manifesto PBB, UU 21 Tahun 2001 tentang Keberpihakan Kepada Orang Asli PAPUA, Rekomendasi MRP Papua Melahirkan Dewan Adat Papua dan Dewan Adat Papua serta pemerhati dan Pendiri Melahirkan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAP-PAPUA) dan yang terakhir Pergub 45 Tahun 2019 Tentang Kamar Adat Pengusaha Papua (KAP-PAPUA).

Dengan perjuangan yang panjang ini, tak terasa KAP PAPUA Usia sudah 15 tahun artinya Usia remaja. Lembaga ini payungnya sayap Ekonomi OAP baik jasa Konstruksi Maupun sektor rill.

Kerja-Kerjanya harus tidak mengenal lelah, tidak berhasil maka coba lagi, jatuh maka bangkit lagi, bahkan perlu saling penguatan antara sesama OAP dalam perahu yang ada.

Maka dengan ini, agar bertumbuh dan berkembang sebagai pengusaha sukses perlu saling bahu membahu, saling memotivasi, dan saling membekap agar OAP Menuju Tuan di Negeri sendiri.

Akhir kata, Trimksh parah Pendiri sudah mendirikan satu Lembaga Besar satu satunya milik OAP yang Produk Hukumnya Jelas dan AD /ARTnya Jelas tuk OAP. Dalam Perahu Kami Pengusaha Asli Papua Perlahan-Lahan akan maju bersama Menuju Tuan di Negeri sendiri.

KAP-Papua Hadir sebagai Mitra Kerja Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dengan Produk Hukum yang Jelas serta Visi yang jelas Untuk Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan dan Jasa Konstruksi Khusus Orang Asli Papua.

Pemimpin Ganti Pemimpin, Generasi Ganti Generasi, Masa dan Waktu Berlalu, perhatikan maupun tak perhatikan Pun KAP PAPUA Akan ada Sama Rakyat di tingkat Provinsi dan juga tiap _ tiap Kabupaten terlebih khusus diakar rumput.

Mari
Menata Pembangunan dari Kampung ke Kota,
Membangun Ekonomi Kerakyatan dari dusun ke Kota.

Oleh :
Ketua BPD KAP PAPUA Kabupaten Dogiyai Alnordus Douw.
HUT KAPP Ke _ 15.
BEKERJALAH BAGI NEGERIMU
Repost: Admin

Tiga Kebutuhan Utama Menjadi Lumpuh Total Di Kabupaten Tolikara, Sampai Detik Ini.

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, S.E, M.Si

VOICE FOR MANY PEOPLE-Mbay 30/10/2020-Lebah Toli. Tiga Kebutuhan Utama Menjadi Lumpuh Total Di Kabupaten Tolikara, Sampai Detik Ini.

Ketika saya Sebut kabupaten Tolikara seluruh manusia nusantara pasti kenal karena berita-berita heboh pernah melahirkan dari daerah tersebut oleh pejabat daerah demi kepentingan mereka ciptakan Konflik untuk rakyat baku bunuh habis-habisan disaat moment pesta demokrasi dan tidak terbatas itu tetapi masalah tersebut pun mereka membawa sampai serang kantor mendagri jakarta pusat.

Sesungguhnya memekarkan sebuah kabupaten guna untuk kemajuan daerah, kesejahteraan rakyat, Melalui organisasi roda pemerintahan yang baik namun, tiga hal utama yang menjadi lumpuh total walaupun kabupaten tolikara telah berumur lima belas tahun lebih. Antara lain:

*LAMPU.

Kebutuhan utama beraktifitas sangat membutuhkan tenaga listrik, namun di kabupaten yang terletak perbatasan dengan kabupaten Puncak Jaya, mamberamo tengah, jayawijaya, dan Lani Jaya provinsi papua. kabupaten tolikara ini Dari pagi sampai dengan jam delapan malam belum pernah menyala lampu. Sebabnya masyarakat setempat sangat kesulitan. Mereka hanya menikmati lampu selama dua Jam. Dari jam delapan malam sampai dengan jam sepuluh malam lalu dimatikan lampunya Maka aktivitas warga maupun aktivitas pemerintahan menjadi lumpu di siang hari. Bayangkan saja jika darahmu seperti itu?

*KANTOR BUPATI (Gedung aktivitas Pemerintahan).

Setiap roda pemerintahan daerah maupun kota-kota besar memiliki lembaga tersendiri yang paling utama adalah gedung beraktifitas seperti kantor bupati, dewan perwakilan rakyat daerah DPRD, dan lain-lain tetapi di kabupaten tolikara sangat berbeda karenakan di kabupaten tolikara hanya mengunakan atau menyewakan gedung Hotel bernama Nawi Arigi.
Sebab, sangat mempengaruhi para pekerja karena tidak mencukupi ruang. di samping itu pelayanan publik masyarakat hampir tidak pernah melayani dengan baik. Di sebabkan ruang yang tidak cukup terkadang pemerinth daerah meliburkan diri atau meningalkan kabupaten tolikara lalu lebih banyak menghabiskan waktu berbulan- bulan di kota lain seperti kota wamena, kota jayapura, bahkan pulang ke daerahnya masing-masing karena mayoritas pegawai di kabupaten tolikara bukan anak daerah.

*AKTIVITAS PEMERINTAHAN.

Kabupaten tetangga maupun kabupaten diseluruh provinsi papua bahkan pemerintah pusat belum ketahui jika di kabupaten tolikara membuat kalender libur hampir tiap hari dari kepala daerah bupati tolikara Usman G. Wanimbo, S.E. M.Si sampai dengan tingkat terendah dengan alasan tidak jelas. dampak daripada libur sendiri membuat masyarakat setempat tidak dapat pelayanan publik materil maupun nonmateril secara keseluruhan dan masyarakat pun bunggung karena seluruh pegawai menghabiskan waktu dikota lain. Hal ini memang wajar saja karena gedung aktivitasnya terbatas dan lampu tdk pernah nyala pada siang hari.

Tiga point yang utama diatas hanya terjadi lumpuh total didalam kota kabupaten tolikara (karubaga). apalagi soal infrastruktur jalan, jembatan, perumahan dan kondisi setiap distrik atau perkampungan dll.

_Salam Nawi Arigi_

“Merasakan Sensasi kebahagiaan itu hanya di awal mendapatkan sebagai kepala daerah. Namun, kemudian lupa merawat semangat itu. Harapan hanya sebatas diduduki jabatan terbesar, lantas lupa menjaga amanah atau kepercayaan tersebut. Melihat pekerjaan tujuan sebagai tanggung jawab adalah kekeliruan besar dan jebakan yang melukai”.Y.B Lebah Toli

Cacatan.
Tulisan Sudah diketahui Penulis Y.B

Corona virus vs Pelayanan publik oleh pemerintah Tolikara

Foto Penulis dan anggota aksi, pada saat aksi Serentak Mahasiswa Tolikara, Se-indonesia dari Dokumen Pribadi penulis Sony Liwiya

CORONA VIRUS vs PELAYANAN PUBLIK OLEH PEMERINTAH TOLIKARA.

Sesuai dengan instruksi presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo ( Jokowi) Melalui Kementerian Kesehatan Memberitahukan Bahwa Seluruh Warga negara Indonesia jaga kesehatan dan Kenyamanan dalam Hal ini karantina diri di rumah. Berdasarkan UUD No 6. Thn 2018 tentang Karantina Kesehatan.
Melihat kondisi saat ini dalam penanganan corona virus oleh pemerintah Tolikara seakan di Terlantar kan rakyatnya sendiri dalam Menghadapi Waba ini.

Karena dunia Telah menjadi Tua, dan kita tidak pernah menghormati tanah, Tanah adalah Kaka dari segala ciptaan yang kami Huni, dan akan huni pulah anak cucu kita. Sekarang di abad 20/21 ini kita di perhadapkan dengan virus Corona atau (Covid 19) yang mengguncang Dunia dan memakan banyak korban jiwa, saya pinjam kutipan dari #Ibnu Sina, Rahimahulla# Kepanikan adalah separuh Penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah Permulaan kesembuhan
Pimpinan legislatif dan eksekutif dan semua .

Pimpinan bahkan ASN Tolikara semua sembunyi Muka dalam gua ciklop ka dimana ee?
Rakyat Tolikara dan Mahasiswa sedang Bertanya Tanya kemanakah Ayah Kami saat ini.
Saat anak Minta Makanan Ayah mala Memberi Permen apa yang muncul dalam Benak anak tersebut? Senyum dalam KesedihanPun datang dalam situasi ini, manis dalam birokrasi. Sedih di kalangan mahasiswa dan Rakyat.
Pimpinan gereja selalu ambil ilustrasi/ cerita kalau anda itu pilihan Allah Melalui Rakyat untuk melayani rakyat Melalui pemerintah yang anda pimpin.
Rasul Paulus mengajak umat Tuhan di kota Roma untuk taat kepada Pemerintah, sebab tidak ada pemerintah yang berasal dari ALLAH, dan di Tetapkan oleh Allah. ( Roma 13)
Saat ini Alam Tolly rakyat Tolly sedang Bimbang dan ragu untuk Menghadapi pademi corona virus yang sedang meraya lela di Belahan dunia termasuk Indonesia dan Tolikara. Kelaparan meraya lela di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Dalam situasi Politik penguasa Mendatai seluruh masyarakat bahkan orang Gila di jalananPun di data demi kepentingan Politik.
Bansos hanya mendatai orang orang yang ekonomi di atas rata-rata, rakyat kecil sedang telang Ludah sambil Menunggu dari Manah pertolongannya akan datang dalam situasi pademi ini yang ada hanya air😭 dan duka bagi Rakyat Kecil.

“Wahai Pimpinan Eksekusi, Legislatif dan ANS Tolikara
Kalau anda tidak mau bantu kami para GENERASI saya Mohon.
Tolong_Tolong_ Tolong.dan Tolong lihat Mama punya Jualan di pasar itu biar mama_mama kami yang kirim uang makan dalam situasi pademi corona virus ini.

(1) Satu Lapar semua lapar (1)satu kenjang semua kenyang. itulah moto Hidup kami Anak Rantau

Mengelu kepada orang tua itu wajar saja. Ujar Sony Liwiya selaku Ketua Korlap Aksi Mahasiswa Tolikara Se-indonesia

Cacatan.
Tulisan dipublikasikan atas permitaan dan atas perijinan, dari sumber penulisnya Sony Liwiya Mahasiswa asal Tolikara Kota studi manado.

penulis . Sonny Liwiya
Sumber . WAGrup
Repost . Admin Blog Voice For

Pendidikan Tinggi Tak Menjamin Kesuksesan, Tekad dan Kerja Keras adalah Kunci Penting Meniti Karir Masa Depan

Pendidikan Tinggi Tidak Menjamin Kesuksesan, Tekad dan Kerja Keras adalah Kunci Penting Meniti Karir Masa Depan

Semangat dan kerja keras adalah hal penting yang harus dipunya. Tanpa semangat dan kerja keras kita TIDAK akan sanggup mengubah mimpi kita menjadi nyata.

Kebon jeruk. 20 juni 2018
ijazah bukan jaminan kesuksesan via http://www.tescoplc.com

Banyak orang merasa semakin tinggi titel yang disandang nama, maka semakin tinggi pula kesuksesan yang akan diraihnya. Padahal hal itu belum tentu benar adanya. Terkadang gelar yang telah kita dapatkan tidak menentukan arah kesuksesan karir kita ke depan. Sejatinya kerja keras serta semangatlah yang patut dijadikan landasan.


Jika sekarang ini kita masih sering merasa rendah diri dengan jenjang pendidikan terakhir kita, maka jangan pata semangat untuk jenjang berikut.


Kita tidak bisa hanya mengandalkan gelar pendidikan untuk meraih mimpi kita. Di luar hal itu, kita membutuhkan semangat yang selalu menyala dan kerja keras tanpa henti. Ketika kita selalu berhasil menuntun seseorang ke puncak kesuksesan, ubah pola pikirmu sekarang juga.

Hanya semangat juang dan kerja keraslah yang bisa menjadi bumbu utama untuk mencicipi keberhasilan.

BESAR HARAPAN SAYA ARTIKEL PENDEK INI BISA TERINSPIRASI ANDA DALAM MENCARI PEKERJAAN

Penulis. Usman Weya