Willem Wandik: Mendengar lagu Tanah Papua. Merasakan Kesedihan Yang Sangat mendalam

VOICE FOR MANY PEOPLE-Mbay 16/10/2020- Waketum Partai Demokrat Willem Wandik S, Sos Mendengar lagu Tanah Papua. Merasakan Kesedihan Yang Sangat mendalam

Mendengar lagu Tanah Papua dilantunkan, membuat siapapun yang melihat realitas sejarah Tanah Papua, nasib masyarakat adat dan hutan adatnya, diskriminasi rasial yang terus terpelihara, konflik yang merenggut nyawa manusia, manusia ras melanesia, para pelayan Tuhan yang tidak lagi dapat menjamin keselamatan atas dirinya (menjadi korban pembunuhan), kekayaan sumber daya alam yang terus di keruk hingga ke kerak bumi yang paling dalam. Membuat nurani siapapun yang mendengarnya, akan merasakan kesedihan yang mendalam. Karena mengerti dengan pesan moral yang disampaikan disetiap bait syair lagunya.

Lagu “Tanah Papua” membangkitkan kesadaran tentang negeri yang di diami oleh sebuah umat-Nya Yang Besar, umat- Nya yang memiliki Sejarah, umat-Nya Yang memiliki peradaban, namun hidup dalam mimpi mimpi tentang keindahan negeri yang tampak berbeda dengan realitas sosial, ekonomi, politik bernegara, konflik berkepanjangan, yang terus menumpahkan darah dan air mata di Tanah ini..

Apa yang bapak Guru Yance Rumbino terima (baca pencipta lagu), dalam bentuk pengakuan karya, tidaklah seberapa dengan nilai kesusastraan (keagungan karya syair) yang begitu indah, dan juga seharusnya menginspirasi para penguasa di republik ini, untuk tidak melihat Tanah Papua, sebatas wilayah “inferior” dari kekuasaan terpusat. Dimana kekuasaan terpusat itu memiliki doktrin berbentuk kekuasaan yang dapat dikendalikan, kekuasaan yang dapat memaksakan upaya represif, kekuasaan yang memandang dirinya sebagai sumber aspirasi, sumber kebenaran hukum, sumber undang undang dan sumber kebaikan tertinggi. Dan sebaliknya, lupa bahwa Tanah Papua itu memiliki manusia manusia yang memiliki peradaban, memiliki keyakinan, memiliki historis, yang wajib di dengarkan tanpa syarat apapuan dari penguasa republik.

Tanah Papua telah lama memberi makan dan jasa kepada bangsa bangsa.. Dan seharusnya, negara ini memberikan balas budi yang baik, bukan dengan memandang setiap suara kritis dari Tanah Papua sebagai ancaman dan musuh negara.Wandik

Lirik lagu: Tanah Papua

Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak batu
adalah harta harapan

Tanah papua tanah leluhur
Disana aku lahir
Bersama angin bersama daun
Aku di besarkan

Hitam kulit keriting rambut aku papua
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Biar nanti langit terbelah aku papua

Oooh, Oooh,

Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak madu
adalah harta harapan

Tanah papua tanah leluhur
Disana aku lahir
Bersama angin bersama daun
Aku di besarkan

Hitam kulit keriting rambut aku papua
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Biar nanti langit terbelah aku papua…

Cacatan.
Tulisan Sudah diketahui Penulis

Mamfaat Daun Ganja dan Daun Gatal

Gambar Kedua Daun, [Dari dokomen Pribadi Penulis Terus Wenda, Mahasiswa Asal Tolikara Papua, Kota Studi Jawa Timur Malang].

KEDUA DAUN GANJA DAN GATAL”

VOICE FOR MANY PEOPLE. Jangan hidup sepeti daun ganja Tetapi Harus hidup seperti daun gatal. Daun ganja mahal harganya tapi manfaatnya Merugikan masa depan generasi bangsa. Sedangkan daun gatal harganya murah meria dan di Papua Gratis namun Manfaat daun gatal sangat besar yang paling Menguntungkan, menyembuhkan berbagai penyakit.

Daun ganja ditanam oleh orang-orang yang butuh kenikmatan dunia demi untuk menghancurkan Generasi Cerdas bagi Tanah, Gereja dan Masyarakat. Serta daun ganja ditanam dengan hati-hati jangan sampai polisi ketahun.

Daun gatal tidak perlu di jaga, tidak perlu di rawat tapi daun gatal dia bertumbuh secara Alami dimana saja ia mau bertumbuh dan tidak kenah disiplin serta bebas dari larangan kepolisian.

Daun ganja lambang ekspresi jiwa mudah serta memasang gaya orang-orang mudah tapi Itu ekspresi serta memasan gaya suatu paksaan dari kasiat aiwanya ganja.Β 

Daun gatal memang bukan daun Memasang ekspresi dan gaya anak [ABG]. Tapi Ia bisa menyembuhkan beberapa penyakit “kronis dan musiman” Jadilah seperti daunnya Gatal tapi manfaatnya menguntungkan serta daun ganja merugikan diri, gereja dan Masa depan budaya.Β  Mari lestarikan daun gatal sebab sebelum ada Obat mederen seperti Kimia Farma, inilah obat manjur”.

Cacatan.
Tulisan dipublikasikan atas permitaan dan atas perijinan, dari sumber penulisnya. Terus Wenda Mahasiswa Asal, Kota Studi Jawa Timur Malang.

Jakarta, Cipayung 10-06-2020

Titip Pesan Mahasiswa Tahun Angkatan 80an-90an

Foto, Ir. YB Panus Jingga, MT
Budayakan diskusi, sebab melalui diskusi akan kita ketahui banyak hal yang kita tidak tahu.

Titip Pesan Mahsiswa Tahun Angkatan 80an-90an
Kepada: Pengurus dan Seluruh Anggota Organisasi Mahasiswa Kabupaten Wilayah Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia

Voice For Many People. Salam Sukses dalam lindungan Kasih Tuhan.
Berawal dari pergumulan kita untuk menjadi Calon Pemimpin di Daerah Papua khususnya Pegunungan Tengah bukanlah sebuah jalan aspal yang enak dan sangat bagus untuk dilalui semua jenis kendaraan. Namun ada banyak harga yang harus kita bayar banyak melalui rintangan, tantangan, hambatan, suka duka, sakit, kecewa, canda dan tawa bahkan Nyawapun menjadi taruhan dalam Pencapaiannya Yaitu Sebuah Gelar Sarjana.

Jujur saja bahwa Susah payah dan Mahalnya pendidikan yang pernah lalui dengan penuh jeri payah perjuangan  adalah mahasiswa angkatan tahun 80an, 90an dan tahun 2005 ke bawah. Kenapa saya bilang demikian, mari Kita kupas satu persatu :

1. HP tidak ada waktu itu, yang ada adalah Warung Telkom (WARTEL) sekarang sudah tidak ada.

2. Komputer tidak ada waktu itu, yang ada hanya Mesin TIK orang Papua bilang Mesin Ketik.

3. Tidak Ada Kos-kosan mereka semua di Asrama karena orang Tua mereka semuanya berlatarbelakang Petani, sekalipun ada beberapa anak pejabat namun mereka lebih memilih tinggal bersama di asrama.

4. Mereka hafal betul semua judul Buku dan nama Pengarangnya karena saat itu mereka jarang ke internet minta jawaban ke om Google, tapi mereka lebih memilih ke Perpustakaan dan Toko Buku.

5. Jarang habiskan waktu dengan facebook, WA,  SMS karena  belum pernah ada HP saat itu, mereka hanya menggunakan komunikasi manual yaitu surat menyurat sesama teman, orang tua bahkan cinta yg ada di seberang gunung sekalipun harus di tembus dengan suara diatas sepenggal kertas putih.

5. Mereka Kompak Selalu dalam segala aktivitas belajar, organisasi kampus, organisasi kemahasiswaan dan  organisasi Gereja .

6. Hampir semua Mahasiswa/i di setiap kota study mereka semuanya baku kenal antara satu sama lain.

7. Banyak hal positif dan menarik lainnya.

Catatan ini sedikit pengalaman sewaktu kuliah senior kami dahulu kala yang saat ini adalah pemimpin kami sedang memimpin di daerah Kabupaten Kota dan Provinsi  Papua.
mereka adalah orang-orang yang tidak kenal lelah, tidak cengeng, tidak putus asa namun mereka adalah  pahlawan atau pejuang sejati pendidikan di saat itu, sekalipun banyak tantangan dan hambatan bahkan nyawa mereka menjadi taruhan.

Gaya dan  semangat berorganisasi mereka  adalah berjiwa revolusi, bermental baja,  kreatif,  idealis, konseptor bahkan anda dengan saya bisa menyaksikan saat ini. Padahal waktu mereka kuliah tidak sebanding keenakan masa sekarang ini.

KESERIUSAN / ORIENTASI BELAJAR


Saya mau ingatkan bahwa saat itu tidak ada mahasiswa/i yang namanya putus kuliah kecuali tinggalkan kuliah karena berhalangan berat yaitu mahasiswa bersangkutan telah meninggal dunia. Setiap hari baca buku, selesaikan tugas-tugas sekalipun itu harus pinjam buku di perpustakaan kalau tidak harus beli di toko buku. Dan terakhir mendapatkan nilainya sungguh-sungguh hasil kemampuan murni otak mereka bukan bayar nilai sama dosen atau tenaga pengajar di kampus seperti zaman sekarang ini.

TINGKAT KENAKALAN


Disaat itu sangat terhitung dan semua mahasiswa yang termasuk dalam golongan Tukang MIRAS, jujur saja bisa hitung dengan jari dan mereka ini Peminum Profesional bukan Pemabuk kaya Babi Gila. Mereka sangat profesional saat berpesta miras dimana, kapan dan dengan siapa disitulah hebatnya mereka,ujar Panus Jingga selaku nara sumber diskusi berlangsung.

KEMAMPUAN INTELEKTUAL


Saya tidak akan kupas dalam catatan disini soal kemampuan intelektual mereka, karena anda dan saya bisa rasakan sendiri saat ini atas kepemimpinan yang mereka naungi di bawah campur tangan Tuhan untuk memimpin tanah ini.

PESAN


Hampir semua Bupati Di pegunungan Tengah Papua terkait dengan pembangunan SDM sangat luar biasa dan sedang berkembang sangat signifikan saat ini. Namun ingat bahwa realita di lapangan banyak orang salah memanfaatkan ini untuk bersantai,berfoya dan segalanya. Kita lihat fakta di lapangan bahwa banyak mahasiswa yang terlibat kasus Narkoba, Ganja, Miras bahkan lebih sadisnya lagi kena Virus HIV AIDS dan banyak yang mati saat ini. Kenakala yang tidak terkontrol ini akibat miskin intelektual karena mahasiswa yg pemalas Baca buku dan tidak pernah  kuliah dengan baik, mereka ini adalah aktor perusak masa depan tanah ini dan perlu di ajarkan kepada mereka sebaik mungkin dari semua pihak lebih khusus dari Pengurus Organisasi Mahasiswa Tingkat Kabupaten yang ada seluru tanah air. 

Kepada pengurus Organisasi Mahasiswa/i bahwa tugas utama kalian bukan urus Uang Study Akhir dari Pemerintah Daerah namun kalian harus lihat anggota mahasiswa yang sedang gagal dan jadi perusak di lingkungan kota studi masing-Masing. Kontrol teman – teman  yang Tidak pernah kuliah dengan baik, tingkatkan diskusi dan bangun intelektual yang baik demi masa depan  bangsa ini.

Saran, koreksi, kritik itu penting karena tanpa itu seperti saya makan sayur tanpa garam. Mohon maaf jika ada kata kata saya yang kurang berkenan dalam tulisan ini.

SALAM🀝HORMAT

Penulis  : Usman Weya
Sumber : Diskusi
Nr, sbr : Ir. Jack Panus Jingga
Repost  : Admin
Jakarta  : 08/12/2019
Waktu  : 15:22 WIB

Pendidikan Tinggi Tak Menjamin Kesuksesan, Tekad dan Kerja Keras adalah Kunci Penting Meniti Karir Masa Depan

Pendidikan Tinggi Tidak Menjamin Kesuksesan, Tekad dan Kerja Keras adalah Kunci Penting Meniti Karir Masa Depan

Semangat dan kerja keras adalah hal penting yang harus dipunya. Tanpa semangat dan kerja keras kita TIDAK akan sanggup mengubah mimpi kita menjadi nyata.

Kebon jeruk. 20 juni 2018
ijazah bukan jaminan kesuksesan via http://www.tescoplc.com

Banyak orang merasa semakin tinggi titel yang disandang nama, maka semakin tinggi pula kesuksesan yang akan diraihnya. Padahal hal itu belum tentu benar adanya. Terkadang gelar yang telah kita dapatkan tidak menentukan arah kesuksesan karir kita ke depan. Sejatinya kerja keras serta semangatlah yang patut dijadikan landasan.


Jika sekarang ini kita masih sering merasa rendah diri dengan jenjang pendidikan terakhir kita, maka jangan pata semangat untuk jenjang berikut.


Kita tidak bisa hanya mengandalkan gelar pendidikan untuk meraih mimpi kita. Di luar hal itu, kita membutuhkan semangat yang selalu menyala dan kerja keras tanpa henti. Ketika kita selalu berhasil menuntun seseorang ke puncak kesuksesan, ubah pola pikirmu sekarang juga.

Hanya semangat juang dan kerja keraslah yang bisa menjadi bumbu utama untuk mencicipi keberhasilan.

BESAR HARAPAN SAYA ARTIKEL PENDEK INI BISA TERINSPIRASI ANDA DALAM MENCARI PEKERJAAN

Penulis. Usman Weya