Menata Pembangunan dari kota ke Kampung: Alnordus Douw Ketua KAP Kab.Dogiyai

Alnordus Douw Ketua KAP Kab.Dogiyai

Badan pengurus daerah kamar Adat Pengusaha Papua (KAP-PAPUA) Kabupaten Dogiyai.

Oleh: Ketua BPD KAP PAPUA Kabupaten Dogiyai Alnordus Douw. HUT KAPP Ke-15.
BEKERJALAH BAGI NEGERIMU

Tua-Tua Adat bersama Pemerhati Ekonomi dan Pendiri KAP-Papua dibawah Naungan Bapak, Jhoni Wamu Haluk, Memikirkan dan merumuskan Ide dan Gagasan untuk membangkitkan Ekonomi Orang Asli Papua ditanah yang penuh dengan susu dan madu ini.

Oleh sebab itu, hasil rumusan ide dan Gagasan tersebut melahirkan dan juga mendirikan Perahu dengan nama Kamar Adat Pengusaha Papua (KAP-PAPUA) pada 30 Juni tahun 2006. Yang didukung Oleh Hak-Hak Manifesto PBB, UU 21 Tahun 2001 tentang Keberpihakan Kepada Orang Asli PAPUA, Rekomendasi MRP Papua Melahirkan Dewan Adat Papua dan Dewan Adat Papua serta pemerhati dan Pendiri Melahirkan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAP-PAPUA) dan yang terakhir Pergub 45 Tahun 2019 Tentang Kamar Adat Pengusaha Papua (KAP-PAPUA).

Dengan perjuangan yang panjang ini, tak terasa KAP PAPUA Usia sudah 15 tahun artinya Usia remaja. Lembaga ini payungnya sayap Ekonomi OAP baik jasa Konstruksi Maupun sektor rill.

Kerja-Kerjanya harus tidak mengenal lelah, tidak berhasil maka coba lagi, jatuh maka bangkit lagi, bahkan perlu saling penguatan antara sesama OAP dalam perahu yang ada.

Maka dengan ini, agar bertumbuh dan berkembang sebagai pengusaha sukses perlu saling bahu membahu, saling memotivasi, dan saling membekap agar OAP Menuju Tuan di Negeri sendiri.

Akhir kata, Trimksh parah Pendiri sudah mendirikan satu Lembaga Besar satu satunya milik OAP yang Produk Hukumnya Jelas dan AD /ARTnya Jelas tuk OAP. Dalam Perahu Kami Pengusaha Asli Papua Perlahan-Lahan akan maju bersama Menuju Tuan di Negeri sendiri.

KAP-Papua Hadir sebagai Mitra Kerja Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dengan Produk Hukum yang Jelas serta Visi yang jelas Untuk Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan dan Jasa Konstruksi Khusus Orang Asli Papua.

Pemimpin Ganti Pemimpin, Generasi Ganti Generasi, Masa dan Waktu Berlalu, perhatikan maupun tak perhatikan Pun KAP PAPUA Akan ada Sama Rakyat di tingkat Provinsi dan juga tiap _ tiap Kabupaten terlebih khusus diakar rumput.

Mari
Menata Pembangunan dari Kampung ke Kota,
Membangun Ekonomi Kerakyatan dari dusun ke Kota.

Oleh :
Ketua BPD KAP PAPUA Kabupaten Dogiyai Alnordus Douw.
HUT KAPP Ke _ 15.
BEKERJALAH BAGI NEGERIMU
Repost: Admin

Kisah Misionaris Pdt.Trevor C.Johnson: Pelayanan Penginjilan & kesehatan dari pendalaman Korowai Utara

Pendeta Trevor Christian Johnson yang sedang melayani di wilayah Korowai Utara

Oleh. Pendeta Trover C. Johnson Kepada Dr. Aloysius Giay dan Dr. Silwanus Sumule

Saya Pendeta Trevor Johnson dari kampung Danowage, wilayah utara Korowai. Saya ingin berterimakasih dari lubuk hati yang terdalam untuk semua bantuan dan dukungan anda. Papua bisa maju dan bersama kita bisa membantu kemajuan Papua!

Dengan surat ini saya ingin mengucapkan terima kasih untuk bantuan anda bagi saya.
Saya telah melayani di wilayah Korowai sejak 2007. Saya telah menghabiskan sekitar 5 milyar dari dana pribadi saya dan juga dari gereja-gereja di Amerika Serikat dan Indonesia untuk menyediakan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Korowai.

Saya sangat berterimakasih untuk bantuan yang semakin meningkat dari pemerintah yang saya alami dua-tiga tahun belakangan ini; saya juga berterima kasih khususnya untuk bantuan anda dan bantuan dari Dr Yusus Wona juga.
Saya percaya pemerintah dan gereja-gereja di Papua bisa bekerjasama dengan baik sampai ke daerah yang terpencil sehingga masyarakat pedalaman Papua tidak menderita.

Sepanjang sejarah Papua, sekolah dan klinik cukup banyak dimulai oleh misionaris dan gereja-gereja untuk membantu masyarakat pedalaman. Dimanapun pemerintah masuk, disana gereja dan misionaris sudah merintis jalan. Misionaris membuka sekolah dan membantu yang sakit. Saya tidak melakukan hal yang baru, saya hanya meneruskan satu tradisi yang baik. Kami bersyukur atas bantuan dari pemerintah; tapi ini bukan berarti gereja tidak lagi memiliki ruang dalam pelayanan.

Masih terlalu banyak tempat yang perlu dibantu dan kita memerlukan semua bantuan yang bisa kita dapat, baik dari gereja maupun dari pemerintah. Namun di tahun 2018, saya menerima kritik karena melakukan hal yang sama yang selalu dilakukan misionaris.

Saya berusaha melakukan kebaikan demi masyarakat pedalaman, tapi ada beberapa orang yang tersinggung dengan aktifitas saya. Beberapa orang ingin saya dideportasi atau membebankan denda pada saya. Mungkin mereka mendatangi anda juga untuk mengkritik saya atau menanyakan pertanyaan-pertanyaan kepada anda tentang saya.
Ada 3 kemungkinan kenapa ada orang-orang yang mengkritik pelayanan kesehatan yang saya lakukan:

(1). Pertama, adanya kemungkinan bahwa saya akan memberikan perawatan kesehatan dengan buruk atau saya tidak berkompeten. Namun, saya pikir bukan ini alasannya. Saya dan istri saya adalah perawat yang sudah terdaftar secara sah di Amerika Serikat dan kami memiliki pengalaman sebagai perawat selama bertahun-tahun. Kami cukup yakin bahwa kami dapat lulus ujian keperawatan apapun di Indonesia (kecuali jika istilah-istilah medis ditulis dalam Bahasa Indonesia dan bukan Bahasa Inggris). Terutama istri saya, dia seorang perawat yang sangat kompeten. Dan saya tidak bermaksud untuk merendahkan tingkat pelayanan kesehatan di Indonesia, tapi secara keseluruhan, perawat-perawat di Amerika terlatih dengan cukup baik dibandingkan perawat-perawat di Indonesia. Saya cukup yakin kami mengerjakan pekerjaan yang berkualitas di kawasan Korowai Utara.

(2) Yang kedua, ada kemungkinan bahwa orang-orang mengkritik pelayanan kesehatan yang saya lakukan di wilayah Korowai karena setiap foto dari orang Korowai yang sakit menunjukkan ketidakhadiran pemerintah di daerah-daerah tersebut. Beberapa orang merasa malu melihat foto orang-orang sakit di Korowai. Banyak yang bertanya “Kenapa tidak dibantu oleh Pemerintah?”sehingga beberapa orang merasa dipermalukan dengan laporan saya mengenai betapa buruknya daerah Korowai. Tapi jika wilayah tersebut benar-benar dalam krisis, maka hal itu harus dilaporkan, jangan ditutup-tutupi. Kalau ditutup-tutupin, krisis tersebut akan terkuak seperti yang terjadi di wilayah Asmat. Lebih baik kita menyingkapkan kenyataan dan betapa berat pergumulan yang dihadapi untuk mengubah keadaan. Bersama kita dapat menjangkau seluruh kawasan Korowai.

(3) Ada kemungkinan ketiga mengapa ada orang yang mengkritik pelayanan kesehatan saya, karena mereka mau membuat masalah untuk saya. Dapat diamati bahwa saya tidak mendapatkan kritik apa-apa sampai saya mulai membuat laporan mengenai adanya penambangan emas secara illegal di kawasan Korowai. Menurut saya, saya telah membuat pihak-pihak yang terlibat dalam penambangan emas tersebut marah.

Penambangan emas ilegal itu bukan hanya sebuah pelanggaran HAM, tapi juga menyangkut masalah kesehatan dimana terdapat bukti yang sangat kuat yang menunjukkan bahwa para pencari emas menggunakan bahan kimia yaitu zat Merkuri dan membuangnya ke sungai; sementara kita tahu bahwa masyarakat Korowai bergantung pada sungai sebagai tempat mencari makanan dan untuk mandi.

Oleh karena itu, kita harus menghentikan penambangan emas ilegal karena itu bukan hanya pelanggaran terhadap HAM tapi juga pasti mengakibatkan permasalahan kesehatan. Zat kimia Merkuri dapat membunuh udang dan ikan dan juga dapat menyakiti orang-orang. (Untuk membantu kesehatan bagi orang-orang Korowai, kita harus menghentikan penambangan emas ilegal.)

Tapi saya mendengar minggu lalu dari seorang pendeta yang adalah teman saya yang bekerja di kantor pemerintahan bahwa Intel sedang mencari-cari alasan bagaimana supaya bisa mendeportasi saya. Saya rasa mereka ingin membungkam saya mengenai perihal penambangan emas ilegal. Teman saya itu mengatakan bahwa ia secara tidak sengaja mendengar seseorang di kantor itu berkata, “mungkin kita bisa pakai pesawat langsung ke Danowage dan tangkap mereka dan langsung deportasi mereka.”

Bukanlah hal rahasia bahwa penambangan emas ilegal dan penebangan hutan ilegal masih ada di Papua. Bukan satu rahasia juga bahwa oknum dalam kepolisian, oknum dalam TNI dan politisi bertindak sebagai “tangan yang tersembunyi” dibalik kerusakan ini. Tapi sebagai seorang Kristen saya tidak bisa diam ketika diperhadapkan dengan ketidakadilan. Saya tidak punya pilihan lain selain berbicara lantang dan saya tidak akan mau diintimidasi.

Jika kita menerangi korupsi dan kerusakan di Indonesia maka mereka akan berserakkan dan bersembunyi atau menghentikan aktifitas mereka, sama seperti ketika kita menerangi kecoak atau tikus. Bersama-sama kita bisa menjadikan Papua bersih dari korupsi dan sehat bagi semua penghuninya, termasuk yang paling miskin dan yang paling terpencil. Saya bukanlah musuh pemerintah tapi saya sebagai mitra pemerintah karena kita memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk membantu warganegara Indonesia untuk hidup lebih sehat.

Saya bukan ingin mengkritik pemerintah, dan saya tidak pernah mengkritik pemerintah. Presiden kita yang baik sedang memerangi korupsi dengan berani dan oleh karena itu saya yakin dia akan mendukung semua usaha memerangi korupsi di Papua dan untuk memerangi penambangan emas ilegal.
Saya hanya mendorong beberapa isu yang berkenaan dengan kesehatan supaya proses yang sedang berjalan akan semakin baik.

Saya berdoa dan mendukung semua pejabat pemerintahan di Papua dan seluruh Indonesia. Saya berbicara dengan lantang mengenai beberapa hal bukan karena saya membenci Indonesia dan pemerintahannya dan masyarakatnya; sebaliknya, saya berbicara dengan lantang karena saya mengasihi Indonesia, pemerintah dan masyarakatnya. Saya ingin melihat Indonesia makin maju.
Jika anda bisa dengan segera memberikan Surat Ijin bagi saya untuk melaksanakan pelayanan kesehatan, ini dapat mencegah kritik-kritik menjatuhkan ditujukan kepada saya oleh orang-orang yang menginginkan saya dideportasi.

Saat ini ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa saya tidak punya ijin resmi untuk menangani yang sakit atau memberikan obat kepada yang sakit di wilayah Korowai. Dan ya, saya akui ini benar. Saya tidak pernah berusaha menyembunyikan fakta ini. Saya adalah seorang rohaniawan pemegang Kitas. Tapi bagaimana mungkin saya tolak orang sakit dan tidak beri mereka pertolongan? Kadang tidak ada pihak lain yang ada untuk bantu mereka. Saya tidak bisa membiarkan mereka mati.

Saya percaya kritik-kritik datang dari mereka yang sama sekali tidak memperdulikan mereka yang sakit di wilayah saya. Yang mereka inginkan hanyalah supaya saya tidak lagi berada di Danowage sehingga saya tidak bisa lagi melaporkan kegiatan ilegal mereka yaitu penambangan emas ilegal. Mereka mau saya pergi sehingga mereka dapat memperkaya diri dari kekayaan Tanah Korowai, walaupun suku Korowai harus menderita dan mati karena kemiskinan.

Sementara saya sedang berjuang mencari dana untuk menggunakan helikopter untuk melayani orang sakit, saya dengar ada setidaknya 1 helikopter yang siaga di bandara Dekai untuk mengangkut para penambang emas. Ini membuat saya marah bahkan saat saya hanya menulis tentang ini.
Aliktab dalam Amsal 14:31 berfirman bahwa, “Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.”
Kemudian Amsal 29:7 melanjutkan, “Orang benar mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya.”
Dan Firman Tuhan mendorong kita dalam Amsal 31:8, “Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. Belalah mereka yang tak dapat membela dirinya sendiri. Lindungilah hak semua orang yang tak berdaya.”
Saya mencoba sebaik mungkin untuk mengikuti Firman Allah.

Terima kasih karena anda membantu saya dalam pergumulan ini. Bersama kita bisa memberkati masyarakat di Korowai.
Terima Kasih, God bless you for your help!

Penulis: Pendeta Trevor Johnson
Repost. Admin

Senator Asal Papua Wilem Wandik S.Sos Bantu 200 Juta Untuk Bangun Dua Unit Gereja GIDI di Tolikara

Utusan Wilem wandik melalui Beni Plasi menyerahkan bantuan uang kepada dua jemaat di Logoboma

Logoboma,Voice For Many People-Senator asal Papua Komisi V DPR RI, Ketua Umum GAMKI Pusat yang juga wakil ketua Umum Partai Demokrat Wilem Wandik,S.Sos memberikan bantuan dana kepada dua gereja GIDI Erembur dan Bangoneri  Rp.200.000.000 juta,Panitia bersama warga meneriba bantuan dana  penuh dengan cucuran air.
 
Bantuan dana diantar langsung oleh Beny Flassy di Klasis Longgoboma Minggu (18/10/2020) kemarin dan diterima Ketua Panitia Pembangunan Gereja Jemaat GIDI  Erembur Kumban Wandik,dan Panitia Pembangunan Gereja Bangoneri  Ailes Wandik yang disaksikan puluhan warga.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja GIDI Erembur Kumban Wandik menyampaikan terima kasih banyak kepada bapak Wilem Wandik,S.Sos kader GIDI yang juga  putra terbaik klasis Longgoboma pada umunya Tolikara yang membantu kami dana sebesar Rp.100.000.000 juta  untuk menyelesaikan pembangunan gereja.Dana ini kami gunakan  secara baik agar pembangunan gereja bisa selesaikan cepat.
Ia mengatakan target untuk menyelesaikan pembangunan gereja Erembur bulan November atau Desember sehingga dana ini kami manfaatkan secara  baik.
Senator Jakarta asal Papua kelahiran Tolikara itu sangat peduli pembamgunan gereja,karena bantuan ini bukan saja GIDI tetapi juga  beberapa denominasi gereja  di Papua dan Papua Barat.
Ketua Klasis Longgoboma Pdt. Lingge Wenda mengatakan bantuan Bapak  Wilem Wandik tidak saja dana tetapi juga perumahan rakyat yang sudah dibangun di Klasis Longgoboma pada umumnya seluruh rakyat Tolikara sudah menikmati.
Pria kelahiran Tolikara yang juga kader GIDI memiliki karisma dan berperanan penting untuk membangun rakyat Papua.Apa lagi bapak wandik salah satu tokoh  nasional yang miliki kecerdasan yang luar biasa  untuk mendengar aspirasi rakyat langsung.
“Saya banga anak Klasis Longgoboma  menjadi  tokoh nasional dan juga politikus muda asal Papua terus memperjuangkan aspirasi rakyat kami tetap mendukun dalam doa agar Tuhan tetap melindungi,”kata Pdt.Lingge Wenda
Kepala Desa Ganage Kenius Kogoya mengatakan Wilim Wandik sosok seorang tokoh nasional karena  tidak pernah membeda-bedakan lawan politik atau memusuhi sesama saudara lawan politik tetepi justru ia  merangkul semua golongan dari rakyat kecil sampai di tingkat elit itu beliau miliki.
“Saya tahu karisma bapak wandik miliki tidak sama dengan elit-elit Papua lain dan dia lahir sampai besar hingga menjadi senator RI dijuliki sebagai tokoh panutan rakyat dan tokoh nasional Indonesia,”kata Kenius Kogoya
Tokoh intelektual Papua itu terus bekerja keras untuk membangun rakyat sesuai dengan visi misi yang ia menjanjikan dan saatnya sudah realisasi.(UW/ADMIN)

Ketua GAMKI RI. Pemuda GIDI Klasis Logoboma Gelar Seminar

Penyerahan sumbangan oleh Ketua GAMKI RI, Anggota DPR RI, Willem Wandik, S.Sos kepada kader GIDI Klasis Longgoboma

TOLIKARA- VOICE FOR MANY PEOPLE–Pemuda GIDI Klasis Longgoboma Kabupaten Tolikara menggelar seminar selama tiga hari, Kamis 26 – 28 November 2020. Mengusung tema “Gerakan Pemuda Menuju Tolikara Unggul” seminar tersebut dihadiri 350 peserta dan 50 tamu undangan. Turut hadir, jemaat dari klasis tetangga, yakni Klasis Biuk, Kuari, Toma, Konda, Kubu, Kai, Wunin, Ndundu, Wunin II dan utusan jemaat Gereja Baptis dari Lany Jaya. 

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE.,M.Si dalam sambutan yang diwakili staf Bupati, Obama Tabo, S.IP, M.Si mengatakan, tema seminar GIDI  Wilayah Toli khususnya Klasis Longgoboma merupakan bagian dari Visi Bupati saat ini yakni Terwujudnya Kabupaten Tolikara yang Maju, Unggul dan Mandiri.

“Pemuda GIDI Wilayah Toli Klasis Longgoboma melakukan terobosan baru yakni menyabarkan visi Bupati  Tolikara, Tolikara Unggul,” ungkapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kader GIDI yang juga merupakan Ketua GAMKI RI, Anggota DPR RI, Willem Wandik, S.Sos mengatakan, Pemuda GIDI Wilayah Toli merupakan generasi penerus bangsa dan Gereja. Ia juga memberikan motivasi bagi Pemuda GIDI untuk meneruskan tongkat estafet Pelayanan Penginjilan yang telah dimulai dengan susah payah oleh orangtua pada 57 tahun silam.
Selaku Ketua GAMKI RI, Willem Wandik juga menekankan pentingnya mematuhi Protokol Kesehatan. Guna mencegah penularan Covid-19, semua orang diimbau untuk menjalankan pola hidup sehat. Dalam kegiatan seminar tersebut, para kader GIDI memberikan sumbangan diantaranya, Bupati Usman G. Wanimbo sebesar Rp. 150 juta, Anggota DPR RI Willem Wandik Rp. 200 juta dan Masker 1000 buah, Staf Ahli Bupati Tolikara, Obama Tabo Rp. 16 juta, dan Toli Wone O. Wanimbo Rp.10 juta. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tolikara, Ir. Palangsong Laconsina, MM menyerahkan bantuan bibit kopi secara simbolis dan dana sebesar Rp.20 juta. [MCINews]

Cacatan.
Tulisan Sudah Diketahui Sumber berita [MCINews]
Repost : Voice For Many People

Tiga Kebutuhan Utama Menjadi Lumpuh Total Di Kabupaten Tolikara, Sampai Detik Ini.

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, S.E, M.Si

VOICE FOR MANY PEOPLE-Mbay 30/10/2020-Lebah Toli. Tiga Kebutuhan Utama Menjadi Lumpuh Total Di Kabupaten Tolikara, Sampai Detik Ini.

Ketika saya Sebut kabupaten Tolikara seluruh manusia nusantara pasti kenal karena berita-berita heboh pernah melahirkan dari daerah tersebut oleh pejabat daerah demi kepentingan mereka ciptakan Konflik untuk rakyat baku bunuh habis-habisan disaat moment pesta demokrasi dan tidak terbatas itu tetapi masalah tersebut pun mereka membawa sampai serang kantor mendagri jakarta pusat.

Sesungguhnya memekarkan sebuah kabupaten guna untuk kemajuan daerah, kesejahteraan rakyat, Melalui organisasi roda pemerintahan yang baik namun, tiga hal utama yang menjadi lumpuh total walaupun kabupaten tolikara telah berumur lima belas tahun lebih. Antara lain:

*LAMPU.

Kebutuhan utama beraktifitas sangat membutuhkan tenaga listrik, namun di kabupaten yang terletak perbatasan dengan kabupaten Puncak Jaya, mamberamo tengah, jayawijaya, dan Lani Jaya provinsi papua. kabupaten tolikara ini Dari pagi sampai dengan jam delapan malam belum pernah menyala lampu. Sebabnya masyarakat setempat sangat kesulitan. Mereka hanya menikmati lampu selama dua Jam. Dari jam delapan malam sampai dengan jam sepuluh malam lalu dimatikan lampunya Maka aktivitas warga maupun aktivitas pemerintahan menjadi lumpu di siang hari. Bayangkan saja jika darahmu seperti itu?

*KANTOR BUPATI (Gedung aktivitas Pemerintahan).

Setiap roda pemerintahan daerah maupun kota-kota besar memiliki lembaga tersendiri yang paling utama adalah gedung beraktifitas seperti kantor bupati, dewan perwakilan rakyat daerah DPRD, dan lain-lain tetapi di kabupaten tolikara sangat berbeda karenakan di kabupaten tolikara hanya mengunakan atau menyewakan gedung Hotel bernama Nawi Arigi.
Sebab, sangat mempengaruhi para pekerja karena tidak mencukupi ruang. di samping itu pelayanan publik masyarakat hampir tidak pernah melayani dengan baik. Di sebabkan ruang yang tidak cukup terkadang pemerinth daerah meliburkan diri atau meningalkan kabupaten tolikara lalu lebih banyak menghabiskan waktu berbulan- bulan di kota lain seperti kota wamena, kota jayapura, bahkan pulang ke daerahnya masing-masing karena mayoritas pegawai di kabupaten tolikara bukan anak daerah.

*AKTIVITAS PEMERINTAHAN.

Kabupaten tetangga maupun kabupaten diseluruh provinsi papua bahkan pemerintah pusat belum ketahui jika di kabupaten tolikara membuat kalender libur hampir tiap hari dari kepala daerah bupati tolikara Usman G. Wanimbo, S.E. M.Si sampai dengan tingkat terendah dengan alasan tidak jelas. dampak daripada libur sendiri membuat masyarakat setempat tidak dapat pelayanan publik materil maupun nonmateril secara keseluruhan dan masyarakat pun bunggung karena seluruh pegawai menghabiskan waktu dikota lain. Hal ini memang wajar saja karena gedung aktivitasnya terbatas dan lampu tdk pernah nyala pada siang hari.

Tiga point yang utama diatas hanya terjadi lumpuh total didalam kota kabupaten tolikara (karubaga). apalagi soal infrastruktur jalan, jembatan, perumahan dan kondisi setiap distrik atau perkampungan dll.

_Salam Nawi Arigi_

“Merasakan Sensasi kebahagiaan itu hanya di awal mendapatkan sebagai kepala daerah. Namun, kemudian lupa merawat semangat itu. Harapan hanya sebatas diduduki jabatan terbesar, lantas lupa menjaga amanah atau kepercayaan tersebut. Melihat pekerjaan tujuan sebagai tanggung jawab adalah kekeliruan besar dan jebakan yang melukai”.Y.B Lebah Toli

Cacatan.
Tulisan Sudah diketahui Penulis Y.B

Willem Wandik: Mendengar lagu Tanah Papua. Merasakan Kesedihan Yang Sangat mendalam

VOICE FOR MANY PEOPLE-Mbay 16/10/2020- Waketum Partai Demokrat Willem Wandik S, Sos Mendengar lagu Tanah Papua. Merasakan Kesedihan Yang Sangat mendalam

Mendengar lagu Tanah Papua dilantunkan, membuat siapapun yang melihat realitas sejarah Tanah Papua, nasib masyarakat adat dan hutan adatnya, diskriminasi rasial yang terus terpelihara, konflik yang merenggut nyawa manusia, manusia ras melanesia, para pelayan Tuhan yang tidak lagi dapat menjamin keselamatan atas dirinya (menjadi korban pembunuhan), kekayaan sumber daya alam yang terus di keruk hingga ke kerak bumi yang paling dalam. Membuat nurani siapapun yang mendengarnya, akan merasakan kesedihan yang mendalam. Karena mengerti dengan pesan moral yang disampaikan disetiap bait syair lagunya.

Lagu “Tanah Papua” membangkitkan kesadaran tentang negeri yang di diami oleh sebuah umat-Nya Yang Besar, umat- Nya yang memiliki Sejarah, umat-Nya Yang memiliki peradaban, namun hidup dalam mimpi mimpi tentang keindahan negeri yang tampak berbeda dengan realitas sosial, ekonomi, politik bernegara, konflik berkepanjangan, yang terus menumpahkan darah dan air mata di Tanah ini..

Apa yang bapak Guru Yance Rumbino terima (baca pencipta lagu), dalam bentuk pengakuan karya, tidaklah seberapa dengan nilai kesusastraan (keagungan karya syair) yang begitu indah, dan juga seharusnya menginspirasi para penguasa di republik ini, untuk tidak melihat Tanah Papua, sebatas wilayah “inferior” dari kekuasaan terpusat. Dimana kekuasaan terpusat itu memiliki doktrin berbentuk kekuasaan yang dapat dikendalikan, kekuasaan yang dapat memaksakan upaya represif, kekuasaan yang memandang dirinya sebagai sumber aspirasi, sumber kebenaran hukum, sumber undang undang dan sumber kebaikan tertinggi. Dan sebaliknya, lupa bahwa Tanah Papua itu memiliki manusia manusia yang memiliki peradaban, memiliki keyakinan, memiliki historis, yang wajib di dengarkan tanpa syarat apapuan dari penguasa republik.

Tanah Papua telah lama memberi makan dan jasa kepada bangsa bangsa.. Dan seharusnya, negara ini memberikan balas budi yang baik, bukan dengan memandang setiap suara kritis dari Tanah Papua sebagai ancaman dan musuh negara.Wandik

Lirik lagu: Tanah Papua

Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak batu
adalah harta harapan

Tanah papua tanah leluhur
Disana aku lahir
Bersama angin bersama daun
Aku di besarkan

Hitam kulit keriting rambut aku papua
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Biar nanti langit terbelah aku papua

Oooh, Oooh,

Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak madu
adalah harta harapan

Tanah papua tanah leluhur
Disana aku lahir
Bersama angin bersama daun
Aku di besarkan

Hitam kulit keriting rambut aku papua
Hitam kulit keriting rambut aku papua
Biar nanti langit terbelah aku papua…

Cacatan.
Tulisan Sudah diketahui Penulis

Benny Kogoya: Prihatin Dengan Pelayanan Bupati Kabupaten Tolikara dan OPD Kabupaten Tolikara

Benny Kogoya
Tokoh Pemuda Kabupaten Tolikara Sangat Prihatin Dengan Pelayanan Pemerintah Kabupaten Tolikara

VOICE FOR MANY PEOPLE-Mbay 02/10/2020. Dilansir dari Media lokal TIFACENDERAWASIH.COM

Tokoh Pemuda Kabupaten Tolikara Benny Kogoya sangat prihatin dengan pelayanan pemerintahan Bupati Tolikara dan Organisasi Perangkat Daerah selama bertahun tahun menghabiskan waktu di luar Tolikara dan rakyat di terlantarkan dalam pelayanan dan pembangunan dalam beberapa bidang juga terjadi stag dalam situasi normal saja selalu stag apalagi di tengah pandemi covid19 menjadi alasan utama.

Pada hari senin hari kerja saya ada keperluan ke kantor bupati tidak melihat ASN berseragam bekerja cuma ketemu sekda seorang diri dan OPD lain di luar daerah kebanyakan dengan bupati menyusun rencana kerja (renja) 2020 di Hotel Grand Abe berbulan-bulan malah sampai mau setahun padahal dari pada kerja di hotel bisa kerja di tolikara kantor yang di bangun bagus tidak di gunakan malah terbengkelai rumput naik.

Dari pada mengunakan hotel membangun gendung yang memadai di jayapura sebagai aset daerah buat rapat-rapat kerja OPD di kantor perwakilan Tolikara yang ada di sentani. OPD mereka bisa bekerja di daerah dan betah hanya karena alasan bupati di luar daerah maka kordinasi kerja OPD maupun rakyat kejar ke jayapura atau ke jakarta.

Dan dari sisi lain BK melihat alasan OPD tidak betah di tempat kerja karena lampu listrik mati tahun ke tahun, Tidak ada air bersih, jaringan internet, perumahan dinas pun belum ada maka kerja di hotel itu mejadi alasan yang lasim di gunakan.
Laporan Hasil pemeriksaan BPK RI memberikan penilaian dalam pengunaan APBD pemerintah Tolikara Wajar Dengan Pengecualian semestinya turung lapangan dan di singkrongkan jangan memberikan penilainan di atas kertas rakyat jadi korban pelayan dan pembangunan karena Tolikara ada indikasi korupsi dana APBD dan beberapa masih dalam Lembaga kemasyarakat, maka kinerja BPK RI perwakilan Papua ini menjadi pertanyaan atau ada nilai transaksi jual beli untuk mendapatkan penilaian dan harap BPK bisa bekerja jujur dalam Laporan Hasil pemeriksaan bukan hanya di Kabupaten Tolikara tapi Papua pada Umumnya harap BK.

Cacatan.
Tulisan dipublikasikan atas perijinan pewarta/penulis

AMP Kota Jember Menggelar Aksi Demo Peringati New York Agreement di Bundaran DPRD Jember

Masa Aksi AMP Kota Jember,(15/08/2020)

VOICE FOR MANY PEOPLE. Dilansir dari JEMBER, SUARALANI.com— Puluhan mahasiswa Papua di kabupaten Jember yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi demonstrasi peringatan New York Agreement di bundaran DPRD Jember, Sabtu (15/8/2020).

15 Agustus 1962 merupakan dimana perjanjian New York Agrement antara Indonesia, Belanda dan Amerika Serikat adalah ilegal tanpa melibatkan orang papua satupun padahal hal sengketa tersebut status politik Tanahnya mereka sendiri, Ujar Hamjeck Kogoya Kordinator Aksi Aksi. Dalam aksi itu, massa menuntut agar pemerintah Indonesia segera memberikan izin rakyat Papua Barat untuk melaksankan referendum, katanya.

salah satu Mahasiswa Papua Mindiles Kogoya dalam oratornya mengatakan bahwa, Refrendum adalah satu satunya jalan untuk mengeluarkan rakyat Papua dari diskriminasi dan pembunuhan, pemerkosaan, intimidasi, tegasnya.

Semua rakyat pro kemerdekaan papua menyakini ketika dilakukankan Referendum, adalah solusi demokratis bagi bangsa papua, yang tidak menerima sebagai kemerdekaan papua itu hanya para elit politik saat ini menduduki jabatan sebagai bupati DPRD dan pejabat lain maupun pendatang  yang sedang eksploitasi dan mencari nafkah di papua

“Indonesia harus mengakui papua barat sebagai bangsa yang pernah merdeka semenjak 1996, dan   Negara indonesia mengakui sebagai negara demokrasi (Indonesia)  berarti harus memberikan ruang demokrasi kepada bangsa papua untuk  mengadakan Referendum,” ujarnya.

Lebih lanjut Koordinator aksi  menambahkan, New York Agreement pada 15 agustus 1962 tentang proses masuknya Papua barat menjadi bagian NKRI yang diikuti oleh Indonesia, Belanda, dan Amerika merupakan perjajian ilegal serta rekayasa lantaran perwakilan orang Papua sendiri tidak terlibat dalam penentuan nasib Bangsa Papua pada waktu itu.

Masa Aksi sedang Long March ke Bundaran DPRD Jember Sabtu (15/08/2020)

Kemudian, seluruh rakyat dan mahasiswa papua juga menolak, perihal wacana perpanjangan masa UU otonomi khusus (otsus) untuk bumi cendrawasih yang telah dibahas sejak Januari 2020 lalu hingga hari ini.

Mindiles menambahkan Otsus selama ini tidak efektif karena implementasi tidak pernah dirasakan oleh rakyat Papua secara langsung. Karena UU Otsus otoritasnya berada di pusat.

Kami menilai adanya otsus hanya sebagai alat kepentingan elite politik Indonesia dan orang asli papua sendiri yang bekerja di dalam Pemerintahan.

Diakhir aksi mereka mengadakan teatrikal visualisasi Penentuan Pendapat Rakyat (Act of Free Choice) yang dinilai intimidatif dan penuh kekerasaan.

Adapun rilis yang mereka berikan pada aksi saat itu, mereka memiliki 13 tuntutan sebagai berikut :

1. Mendesak dan menuntut keras kepada Indonesia Segera mengakui diri atas kesalahan pelanggaran HAM berat di West Papua yang terjadi sejak tahun 1960’an sampai tahun 2020.

2. Segera meluruskan sejarah Papua Barat yang diklaim secara paksa oleh Indonesia terhadap Bangsa West Papua

3.Tutup seluruh perusahaan asing diseluruh West Papua termasuk Freeport.

5. Segera tarik seluruh militer organik dan non organik di teritorial west Papua.

6. Kami secara tegas menolak dan mengutuk keras elit politik Papua yang mengatasnamakan rakyat untuk agenda dialog dan perpanjangan otonomi khusus Jilid dua.

7. Bebaskan seluruh tahanan politikA antirasisme dan aktivis parpol dari seluruh Indonesia

8 . Membuka dan memberikan akses jurnalis lokal dan internasional diseluruh tanah Papua.

9. Segera cabut surat keputusan Droup – Out Mahasiswa Universitas Khairun Ternate karena menggelar aksi solidaritas terhadap rakyat Papua

10. Secara tegas menolak perpanjangan Otonomi Khusus Jilid 2.Dengan tegas bahwa pemerintah provinsi melalui DPRP dan MRP Provinsi Papua segera bubarkan pembentuk tim Pansus bertujuan untuk revisi UU Otsus Jilid dua ke Jakarta.

11. Tolak Relaksasi New York Agreement 15 Agustus 1962

12. Berikan Hak menentukan Nasib sendiri sebagai solusi demokratisasi bagi rakyat Papua

13.Indonesia sebagai Negara demokrasi segera membuat mekanisme Referendum.

Demikian pernyataan dibuat dibuat di Kota Jember, Mewakili Rakyat yang tertindas, Mewakili yang Melawan. (Cr-04). Hamjeck Kogoya Kordinator Aksi Demo Peringati New York Agreement di Bundaran DPRD kota Jember.

Jadwal Pembebasan Tiga Tapol Papua dari Rutan Kelas “Dua B” Balik Papan-Indonesia

Buthar Tabuni Kiri, Steven Itlay kanan, Agus Kossay Tengah

[VOICE FOR MANY PEOPLE] Jakrta Tgl 01/08/2020. dilansir dari salah satu Grup Mesengger “Bersatu Lawan Rasisme” yang mana dalam akun grup messenger tersebut, ada tulisan denagn judul “Informasi & Jadwal kebebasan ketiga orang tapol papua dari rutan kelas dua B Balik Papan”

INFORMASI & JADWAL PEMBEBASAN III ORANG TAPOL DARI RUTAN KELAS II B BALIK PAPAN – INDONESIA

Syukur Bagi Mu Tuhan, Atas Kasih dan Penyertaan Mu senantiasa kita di lindungi dalam Proses Hukum dan proses penahanan selama sepuluh – sebelas Bulan Penjara.

Dengan Penuh hormat dan kerendahan hati Kami sampaikan ucapan terima kasih yang dalam kepada Kualisi Pengacara Hukum Papua, Rakyat West Papua, Komponen Perjuangan bangsa west Papua, Solidaritas Masyarakat Indonesia dan Solidaritas masyarakat Internasional di seluruh belahan dunia yang mendukung kami tuju Orang Tahanan Politik selama sepuluh – sebelas Bulan dalam Rumah Tahanan Rutan di Kamintan Timur – Indonesia.

Buthar Tabuni, Steven Itlay, Agus Kossay

Setelah Menjalani Hukuman Selama sepuluh – sebelas Bulan Penjara kami telah dan akan bebas murni pada Bulan Agustus 2020 dari Rumah Tahanan kelas dua B Balik Papan – Indonesia. Berikut Daftar Perincian waktu bebas Untuk ketiga Orang Tapol ;

Nama: Bucthar Tabuni
Hukuman: sebelas Bulan Penjara
Jumlah Bebas: satu Orang
Dari: Rutan Kelas dua B balik papan
Hari/Tanggal: Selasa 04/08/2020

Nama: Steven Itlay
Hukuman: sebelas Bulan Penjara
Jumlah Bebas: satu Orang
Dari: Rutan kelas dua B balik Papan
Hari/Tanggal: Sabtu 80/08/2020

Nama: Agus Kossay
Hukuman: sebelas Bulan Penjara
Jumlah Bebas: satu Orang
Dari: Rutan kelas dua B balik Papan
Hari/Tanggal: Kamis 13/08/2020

Demikian atas perhatiannya kami sampaikan Informasi Pembebasan Tapol dan ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak.

Tanah Dayak – Kaltim; 01/08/2020

Hormat Kami ketuju Tapol- Papua
1). Bucthar Tabuni
2). Agus Kossay
3). Steven Itlay
4). Ferry Kombo
5). Alexandre Gobai
6). Hengky Hilapok
7). Irwanus Uropmabin.

B.T

Mahasiswa Tolikara Kota studi Jayapura Menolak Otsus Jilid dua

Almarhum Otsus

VOICE FOR MANY PEOPLE. Jakarta (29/07/20) dilansir dari salah satu akun Facebook milik Mahasiswa Asal Tolikara Ronny W. Lambe. Yang mana dalam akun privasi miliknya Ronny W.Lambe. ia menulis tulisan dengan judul “Menyuarakan,Kegagalan

MENYUARAKAN, KEGAGALAN

Kehidupan akan selalu berhadapan dengan yg namanya Kematian (wafat). Hal ini di rasakan dalam setiap rakyat jelata di atas negerinya, bagi mereka yang selalu mempertayakan kehidupan selanjutnya demi Kebutuhan akan hidup dan melupakan mereka yang mempertahankan Hidup dan jati diri.

Gagal, merupakan sesuatu yang di rasakan oleh setiap rakyat dalam Naugan kintruksi Pembangunan berkelanjutan di negeri Papua. Eee..20 Tahun lamanya dengan berbagai terobosan pikiran unk membangkitkan semangat namun hal itu masih belum di rasakan.

Penolakan Hingga Menyuarakan adalah hal dimana, Sebab yang Rasa dalam penyentuhan sebagai kesenjangan kehidupan adalah Gagal.

Tertembak, di pukul, di kejar Hingga Menuju Kematian diatas rumah sendiri; Pencuri datang hanya unk Menciri dan Membunuh.
21 November 2001 – November 2021, adalah suatu lahirnya kekuatan produk Hukum dan Berakhir juga dengan wafat nya produk Hukum otsus November 2021.

Dengan Rasa sadar setiap insan yg tumbuh Terus memberikan dukungan dalam padangan politik bahwa kehidupan kita sebagai rakyat papua sedang Di Tindas dan rampas sebagai Gadis jelita yang baru usia dini tumbuh Sumbur. ( Rakusnya minta ampun). TolakOtsus Jilid II

Astol waena,29/07/2020
(R.W.Lambe)