Senator Asal Papua Wilem Wandik S.Sos Bantu 200 Juta Untuk Bangun Dua Unit Gereja GIDI di Tolikara

Utusan Wilem wandik melalui Beni Plasi menyerahkan bantuan uang kepada dua jemaat di Logoboma

Logoboma,Voice For Many People-Senator asal Papua Komisi V DPR RI, Ketua Umum GAMKI Pusat yang juga wakil ketua Umum Partai Demokrat Wilem Wandik,S.Sos memberikan bantuan dana kepada dua gereja GIDI Erembur dan Bangoneri  Rp.200.000.000 juta,Panitia bersama warga meneriba bantuan dana  penuh dengan cucuran air.
 
Bantuan dana diantar langsung oleh Beny Flassy di Klasis Longgoboma Minggu (18/10/2020) kemarin dan diterima Ketua Panitia Pembangunan Gereja Jemaat GIDI  Erembur Kumban Wandik,dan Panitia Pembangunan Gereja Bangoneri  Ailes Wandik yang disaksikan puluhan warga.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja GIDI Erembur Kumban Wandik menyampaikan terima kasih banyak kepada bapak Wilem Wandik,S.Sos kader GIDI yang juga  putra terbaik klasis Longgoboma pada umunya Tolikara yang membantu kami dana sebesar Rp.100.000.000 juta  untuk menyelesaikan pembangunan gereja.Dana ini kami gunakan  secara baik agar pembangunan gereja bisa selesaikan cepat.
Ia mengatakan target untuk menyelesaikan pembangunan gereja Erembur bulan November atau Desember sehingga dana ini kami manfaatkan secara  baik.
Senator Jakarta asal Papua kelahiran Tolikara itu sangat peduli pembamgunan gereja,karena bantuan ini bukan saja GIDI tetapi juga  beberapa denominasi gereja  di Papua dan Papua Barat.
Ketua Klasis Longgoboma Pdt. Lingge Wenda mengatakan bantuan Bapak  Wilem Wandik tidak saja dana tetapi juga perumahan rakyat yang sudah dibangun di Klasis Longgoboma pada umumnya seluruh rakyat Tolikara sudah menikmati.
Pria kelahiran Tolikara yang juga kader GIDI memiliki karisma dan berperanan penting untuk membangun rakyat Papua.Apa lagi bapak wandik salah satu tokoh  nasional yang miliki kecerdasan yang luar biasa  untuk mendengar aspirasi rakyat langsung.
“Saya banga anak Klasis Longgoboma  menjadi  tokoh nasional dan juga politikus muda asal Papua terus memperjuangkan aspirasi rakyat kami tetap mendukun dalam doa agar Tuhan tetap melindungi,”kata Pdt.Lingge Wenda
Kepala Desa Ganage Kenius Kogoya mengatakan Wilim Wandik sosok seorang tokoh nasional karena  tidak pernah membeda-bedakan lawan politik atau memusuhi sesama saudara lawan politik tetepi justru ia  merangkul semua golongan dari rakyat kecil sampai di tingkat elit itu beliau miliki.
“Saya tahu karisma bapak wandik miliki tidak sama dengan elit-elit Papua lain dan dia lahir sampai besar hingga menjadi senator RI dijuliki sebagai tokoh panutan rakyat dan tokoh nasional Indonesia,”kata Kenius Kogoya
Tokoh intelektual Papua itu terus bekerja keras untuk membangun rakyat sesuai dengan visi misi yang ia menjanjikan dan saatnya sudah realisasi.(UW/ADMIN)

Ketua GAMKI RI. Pemuda GIDI Klasis Logoboma Gelar Seminar

Penyerahan sumbangan oleh Ketua GAMKI RI, Anggota DPR RI, Willem Wandik, S.Sos kepada kader GIDI Klasis Longgoboma

TOLIKARA- VOICE FOR MANY PEOPLE–Pemuda GIDI Klasis Longgoboma Kabupaten Tolikara menggelar seminar selama tiga hari, Kamis 26 – 28 November 2020. Mengusung tema “Gerakan Pemuda Menuju Tolikara Unggul” seminar tersebut dihadiri 350 peserta dan 50 tamu undangan. Turut hadir, jemaat dari klasis tetangga, yakni Klasis Biuk, Kuari, Toma, Konda, Kubu, Kai, Wunin, Ndundu, Wunin II dan utusan jemaat Gereja Baptis dari Lany Jaya. 

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE.,M.Si dalam sambutan yang diwakili staf Bupati, Obama Tabo, S.IP, M.Si mengatakan, tema seminar GIDI  Wilayah Toli khususnya Klasis Longgoboma merupakan bagian dari Visi Bupati saat ini yakni Terwujudnya Kabupaten Tolikara yang Maju, Unggul dan Mandiri.

“Pemuda GIDI Wilayah Toli Klasis Longgoboma melakukan terobosan baru yakni menyabarkan visi Bupati  Tolikara, Tolikara Unggul,” ungkapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kader GIDI yang juga merupakan Ketua GAMKI RI, Anggota DPR RI, Willem Wandik, S.Sos mengatakan, Pemuda GIDI Wilayah Toli merupakan generasi penerus bangsa dan Gereja. Ia juga memberikan motivasi bagi Pemuda GIDI untuk meneruskan tongkat estafet Pelayanan Penginjilan yang telah dimulai dengan susah payah oleh orangtua pada 57 tahun silam.
Selaku Ketua GAMKI RI, Willem Wandik juga menekankan pentingnya mematuhi Protokol Kesehatan. Guna mencegah penularan Covid-19, semua orang diimbau untuk menjalankan pola hidup sehat. Dalam kegiatan seminar tersebut, para kader GIDI memberikan sumbangan diantaranya, Bupati Usman G. Wanimbo sebesar Rp. 150 juta, Anggota DPR RI Willem Wandik Rp. 200 juta dan Masker 1000 buah, Staf Ahli Bupati Tolikara, Obama Tabo Rp. 16 juta, dan Toli Wone O. Wanimbo Rp.10 juta. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tolikara, Ir. Palangsong Laconsina, MM menyerahkan bantuan bibit kopi secara simbolis dan dana sebesar Rp.20 juta. [MCINews]

Cacatan.
Tulisan Sudah Diketahui Sumber berita [MCINews]
Repost : Voice For Many People

Tiga Kebutuhan Utama Menjadi Lumpuh Total Di Kabupaten Tolikara, Sampai Detik Ini.

Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, S.E, M.Si

VOICE FOR MANY PEOPLE-Mbay 30/10/2020-Lebah Toli. Tiga Kebutuhan Utama Menjadi Lumpuh Total Di Kabupaten Tolikara, Sampai Detik Ini.

Ketika saya Sebut kabupaten Tolikara seluruh manusia nusantara pasti kenal karena berita-berita heboh pernah melahirkan dari daerah tersebut oleh pejabat daerah demi kepentingan mereka ciptakan Konflik untuk rakyat baku bunuh habis-habisan disaat moment pesta demokrasi dan tidak terbatas itu tetapi masalah tersebut pun mereka membawa sampai serang kantor mendagri jakarta pusat.

Sesungguhnya memekarkan sebuah kabupaten guna untuk kemajuan daerah, kesejahteraan rakyat, Melalui organisasi roda pemerintahan yang baik namun, tiga hal utama yang menjadi lumpuh total walaupun kabupaten tolikara telah berumur lima belas tahun lebih. Antara lain:

*LAMPU.

Kebutuhan utama beraktifitas sangat membutuhkan tenaga listrik, namun di kabupaten yang terletak perbatasan dengan kabupaten Puncak Jaya, mamberamo tengah, jayawijaya, dan Lani Jaya provinsi papua. kabupaten tolikara ini Dari pagi sampai dengan jam delapan malam belum pernah menyala lampu. Sebabnya masyarakat setempat sangat kesulitan. Mereka hanya menikmati lampu selama dua Jam. Dari jam delapan malam sampai dengan jam sepuluh malam lalu dimatikan lampunya Maka aktivitas warga maupun aktivitas pemerintahan menjadi lumpu di siang hari. Bayangkan saja jika darahmu seperti itu?

*KANTOR BUPATI (Gedung aktivitas Pemerintahan).

Setiap roda pemerintahan daerah maupun kota-kota besar memiliki lembaga tersendiri yang paling utama adalah gedung beraktifitas seperti kantor bupati, dewan perwakilan rakyat daerah DPRD, dan lain-lain tetapi di kabupaten tolikara sangat berbeda karenakan di kabupaten tolikara hanya mengunakan atau menyewakan gedung Hotel bernama Nawi Arigi.
Sebab, sangat mempengaruhi para pekerja karena tidak mencukupi ruang. di samping itu pelayanan publik masyarakat hampir tidak pernah melayani dengan baik. Di sebabkan ruang yang tidak cukup terkadang pemerinth daerah meliburkan diri atau meningalkan kabupaten tolikara lalu lebih banyak menghabiskan waktu berbulan- bulan di kota lain seperti kota wamena, kota jayapura, bahkan pulang ke daerahnya masing-masing karena mayoritas pegawai di kabupaten tolikara bukan anak daerah.

*AKTIVITAS PEMERINTAHAN.

Kabupaten tetangga maupun kabupaten diseluruh provinsi papua bahkan pemerintah pusat belum ketahui jika di kabupaten tolikara membuat kalender libur hampir tiap hari dari kepala daerah bupati tolikara Usman G. Wanimbo, S.E. M.Si sampai dengan tingkat terendah dengan alasan tidak jelas. dampak daripada libur sendiri membuat masyarakat setempat tidak dapat pelayanan publik materil maupun nonmateril secara keseluruhan dan masyarakat pun bunggung karena seluruh pegawai menghabiskan waktu dikota lain. Hal ini memang wajar saja karena gedung aktivitasnya terbatas dan lampu tdk pernah nyala pada siang hari.

Tiga point yang utama diatas hanya terjadi lumpuh total didalam kota kabupaten tolikara (karubaga). apalagi soal infrastruktur jalan, jembatan, perumahan dan kondisi setiap distrik atau perkampungan dll.

_Salam Nawi Arigi_

“Merasakan Sensasi kebahagiaan itu hanya di awal mendapatkan sebagai kepala daerah. Namun, kemudian lupa merawat semangat itu. Harapan hanya sebatas diduduki jabatan terbesar, lantas lupa menjaga amanah atau kepercayaan tersebut. Melihat pekerjaan tujuan sebagai tanggung jawab adalah kekeliruan besar dan jebakan yang melukai”.Y.B Lebah Toli

Cacatan.
Tulisan Sudah diketahui Penulis Y.B

Benny Kogoya: Prihatin Dengan Pelayanan Bupati Kabupaten Tolikara dan OPD Kabupaten Tolikara

Benny Kogoya
Tokoh Pemuda Kabupaten Tolikara Sangat Prihatin Dengan Pelayanan Pemerintah Kabupaten Tolikara

VOICE FOR MANY PEOPLE-Mbay 02/10/2020. Dilansir dari Media lokal TIFACENDERAWASIH.COM

Tokoh Pemuda Kabupaten Tolikara Benny Kogoya sangat prihatin dengan pelayanan pemerintahan Bupati Tolikara dan Organisasi Perangkat Daerah selama bertahun tahun menghabiskan waktu di luar Tolikara dan rakyat di terlantarkan dalam pelayanan dan pembangunan dalam beberapa bidang juga terjadi stag dalam situasi normal saja selalu stag apalagi di tengah pandemi covid19 menjadi alasan utama.

Pada hari senin hari kerja saya ada keperluan ke kantor bupati tidak melihat ASN berseragam bekerja cuma ketemu sekda seorang diri dan OPD lain di luar daerah kebanyakan dengan bupati menyusun rencana kerja (renja) 2020 di Hotel Grand Abe berbulan-bulan malah sampai mau setahun padahal dari pada kerja di hotel bisa kerja di tolikara kantor yang di bangun bagus tidak di gunakan malah terbengkelai rumput naik.

Dari pada mengunakan hotel membangun gendung yang memadai di jayapura sebagai aset daerah buat rapat-rapat kerja OPD di kantor perwakilan Tolikara yang ada di sentani. OPD mereka bisa bekerja di daerah dan betah hanya karena alasan bupati di luar daerah maka kordinasi kerja OPD maupun rakyat kejar ke jayapura atau ke jakarta.

Dan dari sisi lain BK melihat alasan OPD tidak betah di tempat kerja karena lampu listrik mati tahun ke tahun, Tidak ada air bersih, jaringan internet, perumahan dinas pun belum ada maka kerja di hotel itu mejadi alasan yang lasim di gunakan.
Laporan Hasil pemeriksaan BPK RI memberikan penilaian dalam pengunaan APBD pemerintah Tolikara Wajar Dengan Pengecualian semestinya turung lapangan dan di singkrongkan jangan memberikan penilainan di atas kertas rakyat jadi korban pelayan dan pembangunan karena Tolikara ada indikasi korupsi dana APBD dan beberapa masih dalam Lembaga kemasyarakat, maka kinerja BPK RI perwakilan Papua ini menjadi pertanyaan atau ada nilai transaksi jual beli untuk mendapatkan penilaian dan harap BPK bisa bekerja jujur dalam Laporan Hasil pemeriksaan bukan hanya di Kabupaten Tolikara tapi Papua pada Umumnya harap BK.

Cacatan.
Tulisan dipublikasikan atas perijinan pewarta/penulis

Bupati Tolikara Kembali Mendapatkan Kartu Kuning Kedua Oleh Mahasiswa Tolikara Se-indonesia

Gambar Kartu Kuning Bupati. Tolikara Yang pertama & Kedua Serta Korang Berjudul Bupati Tolikara Kembali Mendapatkan Kartu Kuning Ke 2

[VOICE FOR MANY PEOPLE] Mahasiswa Tolikara Se-indonesia Kembali Menuntut Pemda Untuk Dipercepat Proses Pengiriman Bansos C-19

Dari tuntutan awal tanggal (03/05/2020) lalu satu hari kemudian tanggal (05/05/2020) Bapak Kepala Daerah Usman G. Wanimbo, SE.M.Si selaku Ketua Tim Gugus Covid-19 telah di umumkan kepada mahasiswa/i di aula Asrama putra Tolikara jalan Yoka, kota jayapura-papua.
Dapat menyampaikan kepada media dan mahasiswa nya bahwa anggaran khusus untuk bantuan kepada mahasiswa Tolikara se-indonesia sebesar $ 4 Miliar lebih.

Dana tersebut ditangani oleh Asisten ll dengan tim kerjanya untuk mengalokasikan kepada setiap mahasiswa/i seluruh indonesia dengan mekanisme pengiriman atau pembagiannya yang telah disepakati bersama dari pihak pemda dengan mahasiswa namun, dana sudah dianggarkan tinggal eksekusi itu terlihat terlalu molor kerjanya sampai memakan waktu 21 hari. Terhitung dari 05- 27 Mey 2020.

Dengan molornya proses pengiriman/pembagian dengan alasan tidak masuk diakal dan persyaratan yang di minta dari pihak pemda seperti

“KTP, KPM dan Surat Aktif Kuliah [untuk mengirim lewat rekening masing-masing]”

Namun seluruh mahasiswa menilai bantuan dana studi akhir dan dana pemondokan mungkin wajar pihak pemerintah meminta data fisik semacamnya tetapi, mengenai bantuan untuk Covid-19 ini sepertinya terlalu berlebihan. Pemda mereka seolah-olah mata buta atas aktifitas perkuliahan yang sedang diliburkan sementara waktu karena Pandemic wabah virus Covid-19 ini maka, untuk melengkapi persyaratan semacam surat aktif kuliah itu bagaimana bisa mau ambil di campus?

Oleh sebabnya persyaratan simple saja semacam Draft Nama-nama (Database) Mahasiswa/i yang sudah dikirim oleh ketua koordinator masing-masing itu sudah data mutlak. Karena ketua-ketua korwil itu pimpinan dari setiap anggota yang mereka percaya maka pemda harus percaya mereka.

Dan perlu dicatat bahwa untuk menangani persoalan bantuan ini wajib dengan dasar hukumnya jelas sebab di perintah dari kepala Negara untuk setiap daerah dalam hal penanganan Covid-19 harus dianggarkan.

Dengan hal ini setiap kepala daerah sudah ambil tindakan yang efektif untuk menyelamatkan masyarakat dan generasi penerus daerahnya masing-masing maka tim yang sedang proses data tidak perlu ngotot untuk mempersulitkan mahasiswa.

Ingat!
Presiden Soeharto di turunkan dari kepala negara saat itu karena ada aksi mahasiswa

Cacatan.
Tulisan dipublikasikan atas perijinan, sumber penulis Yeromy Bembok, dari dinding Facebook Lebah Toli

Berikut link video tuntutan Mahasiswai Tolikara👇https://youtu.be/Ceg0aG57Ais[UW CHANNEL]

Kartu Kuning Buat Bupati Tolikara

Foto Dokumen, “Kartu Kuning Bupati Tolikara” [Aksi Mahasiswa Tolikara Se-indonesia.]

Oleh Dr. Etius Weya

KARTU KUNING BUAT BUPATI TOLIKARA

Beberapa minggu ini, kita semua intelektual Tolikara di kagetkan dengan aksi adik-adik mahasiswa, dengan memberikan Kartu Kuning kepada Bupati Tolikara, terkait bantuan sosial dampak virus Covid-19.

Ungkapan kekecewaan adik-adik mahasiswa seluruh Indonesia ( kecuali Jayapura), dilakukan lewat demonstrasi virtual yang dilakukan, bahkan sampai tembus di TV lokal di Papua (Jaya tv).

Beberapa hari kemudian Pemda Tolikara berespon bahwa dana bansos sudah disediakan 4M untuk mahasiswa dan warga Tolikara namun untuk di salurkan pemda meminta beberapa syarat seperti KTP, KTM, KRS, Buku tabungan. ( ribet sekali yaa birokrasi heeee). status Facebook Etius Weya

Yang kita lihat di beberapa media, pemda Tolikara memberikan bantuan kepada ade-ade mahasiswa di Jayapura, hal ini membuat munculnya beberapa reaksi dari intelektual Tolikara.

Tentu kita semuanya ini terdampak pandemi Virus Covid-19, hemat saya ada baiknya pemda Tolikara mengutamakan adik-adik yang diluar Papua dengan pertimbangan mereka jau dari orang Tua, susah berkebun dll. Ini sebenarnya hanya masalah logika berpikir kita saja, ini sebenarnya masalah mana yang lebih prioritas dari semuanya yang terdampak virus Covid-19.

Etius Weya melihat begini.

Kita semuanya intelektual Tolikara sudah harus siuman, kita sudah di pecah bela oleh siapa? Saya sendiri belum tahu, ikatan-ikatan distrik, suku, keluarga dll banyak yang Bermunculan, akhirnya nasionalisme distrik lebih dominan dari pada nasionalisme Tolikara. Kalau kita biarkan begini, tentu dimasa mendatang kita mau cetak calon-calon pemimpin Papua dan Tolikara yang punya wawasan san nasionalisme Papua dan Tolikara tentu akan jau dari harapan kita bersama.

Sikap PEMDA ( Bupati Tolikara) seperti sekarang semakin memecah bela adik-adik mahasiswa Tolikara di beberapa Kota study, tentu ini sangat memprihatinkan, padahal jika kita sejenak saja melihat kebelakang, dampak dari PILKADA Bupati kemarin adik-adik kita terpecah bela. Semestinya sebagai seorang pemimpin dapat merangkul adik-adik kita.

Sejenak saya diam dan merenung sembari menikmati dinginya kota Ilaga, apakah ini yang di maksud dengan Politik adu domba atau politik pecah bela.

Istilahnya yang kita tahu dari pelajaran ialah devide et impera, ‘pecah, dan kuasai’. Ini sama dengan tradisi orang Inggris; devine and rule, atau orang Arab bilang farriq, tassud!’ yang berarti sama, ‘pecah dan perintahlah.

Benturan yang segaja dimainkan untuk mencari legitimasi ini akan menyebabkan perpecahan dan kehancuran antar mahasiswa/I Tolikara.

Berbicara Politik adu domba pada dulu zaman dulu bisa jadi mungkin karena kurangnya pendidikan, zaman sekarang kayanya tidak mungkin ade-ade mahasiswa sudah pada pintar-pintar. hanya mungkin pendidikan yang didapatkan kurang baik, hehehe.

Kita tidak kompeten akhirnya muda di pengaruhi , Rasional di tutupi oleh emosional seperti halnya nasionalisme Tolikara di tutupi oleh hal-hal yang sifatnya prakmatis. Coretan pendek dari dinding Facebook Etius Weya.

Cacatan.
Tulisan dipublikasikan atas perijinan, dari sumber penulis Dr. Etius Weya

Salam Damai
Penudis. Etinus Weya
Ilaga Rabu 20/5/20

Corona virus vs Pelayanan publik oleh pemerintah Tolikara

Foto Penulis dan anggota aksi, pada saat aksi Serentak Mahasiswa Tolikara, Se-indonesia dari Dokumen Pribadi penulis Sony Liwiya

CORONA VIRUS vs PELAYANAN PUBLIK OLEH PEMERINTAH TOLIKARA.

Sesuai dengan instruksi presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo ( Jokowi) Melalui Kementerian Kesehatan Memberitahukan Bahwa Seluruh Warga negara Indonesia jaga kesehatan dan Kenyamanan dalam Hal ini karantina diri di rumah. Berdasarkan UUD No 6. Thn 2018 tentang Karantina Kesehatan.
Melihat kondisi saat ini dalam penanganan corona virus oleh pemerintah Tolikara seakan di Terlantar kan rakyatnya sendiri dalam Menghadapi Waba ini.

Karena dunia Telah menjadi Tua, dan kita tidak pernah menghormati tanah, Tanah adalah Kaka dari segala ciptaan yang kami Huni, dan akan huni pulah anak cucu kita. Sekarang di abad 20/21 ini kita di perhadapkan dengan virus Corona atau (Covid 19) yang mengguncang Dunia dan memakan banyak korban jiwa, saya pinjam kutipan dari #Ibnu Sina, Rahimahulla# Kepanikan adalah separuh Penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah Permulaan kesembuhan
Pimpinan legislatif dan eksekutif dan semua .

Pimpinan bahkan ASN Tolikara semua sembunyi Muka dalam gua ciklop ka dimana ee?
Rakyat Tolikara dan Mahasiswa sedang Bertanya Tanya kemanakah Ayah Kami saat ini.
Saat anak Minta Makanan Ayah mala Memberi Permen apa yang muncul dalam Benak anak tersebut? Senyum dalam KesedihanPun datang dalam situasi ini, manis dalam birokrasi. Sedih di kalangan mahasiswa dan Rakyat.
Pimpinan gereja selalu ambil ilustrasi/ cerita kalau anda itu pilihan Allah Melalui Rakyat untuk melayani rakyat Melalui pemerintah yang anda pimpin.
Rasul Paulus mengajak umat Tuhan di kota Roma untuk taat kepada Pemerintah, sebab tidak ada pemerintah yang berasal dari ALLAH, dan di Tetapkan oleh Allah. ( Roma 13)
Saat ini Alam Tolly rakyat Tolly sedang Bimbang dan ragu untuk Menghadapi pademi corona virus yang sedang meraya lela di Belahan dunia termasuk Indonesia dan Tolikara. Kelaparan meraya lela di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Dalam situasi Politik penguasa Mendatai seluruh masyarakat bahkan orang Gila di jalananPun di data demi kepentingan Politik.
Bansos hanya mendatai orang orang yang ekonomi di atas rata-rata, rakyat kecil sedang telang Ludah sambil Menunggu dari Manah pertolongannya akan datang dalam situasi pademi ini yang ada hanya air😭 dan duka bagi Rakyat Kecil.

“Wahai Pimpinan Eksekusi, Legislatif dan ANS Tolikara
Kalau anda tidak mau bantu kami para GENERASI saya Mohon.
Tolong_Tolong_ Tolong.dan Tolong lihat Mama punya Jualan di pasar itu biar mama_mama kami yang kirim uang makan dalam situasi pademi corona virus ini.

(1) Satu Lapar semua lapar (1)satu kenjang semua kenyang. itulah moto Hidup kami Anak Rantau

Mengelu kepada orang tua itu wajar saja. Ujar Sony Liwiya selaku Ketua Korlap Aksi Mahasiswa Tolikara Se-indonesia

Cacatan.
Tulisan dipublikasikan atas permitaan dan atas perijinan, dari sumber penulisnya Sony Liwiya Mahasiswa asal Tolikara Kota studi manado.

penulis . Sonny Liwiya
Sumber . WAGrup
Repost . Admin Blog Voice For

Singkat Sejarah Organisasi Mahasiswa Tolikara IKB-PMPT

Gambar : Logo IKB-PMPT Se-Jawa & Bali, Dokumen Pribadi admin blog Voice For Many People

GAMBARAN UMUM BERDIRINYA ORGANISASI IKATAN KELUARGA BESAR PELAJAR & MAHASISWA PENGUNUGGAN TOLIKARA (IKB-PMPT).

1. Pendahuluan
A.Gambaran Umum Sejarah Berdirinya Organisasi.
Tapak-tapak sejarah dibelakang kami, adalah kesaksian yang paling nyata dan tonggak kebenaran, tentang usaha dan pengorbanan yang tiada taranya , telah memberikan kesadaran dan tanggung jawab pada kami untuk kami teruskan sebagai pesan suci.
Kami Pelajar dan Mahasiswa menyadari sepenuhnya dan dengan khidmad menangkap getaran pengukuhan keberadaan organisasi “ JAYAWIYAPAN” oleh pendiri Yakni : Ir.Bob Silas Kogoya, S.Th, M.Si. Ir. Jack Panus Jingga M.T. Pdt. Yusak Adi S.Miss, M.Miss. Pdt.Timotius Wakur S.TH, Pdt. Mistien Towolom S.Th. Pdt. Andreas Yikwa S.Th. Ev. Alex T Pagawak S.Th. Pdt. Lipiyus Biniluk S.Th. Mr.Tolias Genongga S.E (Alm ) Wesley Kogoya S.Th ( Alm ). Jimmy Munif Erelak S.T. SISILIA ELOPERE yang mana menggariskan dan mengejawantahkan tekad satu bangsa, satu tanah air, satu rumpun, satu piranti Koteka sebagai lambang kesatuan dan persatuan Pegunungan Tengah Papua.
Pendiri bertekad untuk mengarahkan seluruh upaya dan kemampuan guna menumbuhkan, meningkatkan dan mengembangkan kesadaran pelajar dan mahasiswa Pegunungan Tengah.
Generasi Pegunungan Tengah saat itu berdiri pada Tahun 1985 yaitu dalam bentuk kelompok doa yang disebut “ Mula-Mula ” kemudian dalam proses pengkaderan regerasi sebagai sejarah berdirinya organisasi ini pada Tahun 1988 dimana mahasiswa Papua mengadakan Natal di Yogyakarta dibawah naungan ( IPMIRJA ) pada saat-saat itu dimana teman-teman pantai menganggap orang gunug pada umumnya masih bodoh dan terbelakang, maka disitu memunculkan suatu garis hinaan dan berdampak pada preses pembodohan, hal ini terjadi saat-saat dalam wacana khotbah dan berdoa, disinilah orang gunung ditertawai apalagi menjadi bahan diskusi dalam forum-forum ilmiah bahwa orang gunung itu dicapab berbicara bukan dengan mulut atau otak tetapi dengan kaki kepala.
Selanjudnya pada Tahun 1989 generasi Pegunungan Tengah seperti mana nama-nama yang tertera diatas menyatukan hati dan pikiran untuk mengambil keputusan bersama dalam rangkah membentuk suatu wadah didalamnya terdiri dari wilayah Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Paniai , dan nama organisasi ini disingkat dengan nama “ JAYAWIYAPAN ” pertama kalinya berdiri di Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1999-2001 terjadi transisi organisasi yaitu pemisahaan wilayah administratif Yakni, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Puncak Jawa diikuti oleh Kabupaten Mimika hal ini terjadi di kota studi Bandung. Setelah itu nama organisasi “ JAYAWIYAPAN ” berubah Menjadi “ IKB PMPJ ” Se-Jawa dan Bali. berikutnya pada tahun 2007 terjadi transisi organisasi yang kedua kalinya di kota studi Denpasar-Bali yakni permintaan untuk pemisahan wilayah administatif baru yakni Kabupaten Tolikara, Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang. maka sejarah ini telah mengantarkan kita pada kedewasan berorganisasi bagi seluruh Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua, dan kami diajak untuk memahami dan menghayatinya dengan sungguh-sungguh bahwa Organisasi “ JAYAWIYAPAN” berdiri dengan latar belakang bahasa “ HINAAN” . Selanjudnya Jayawijaya adalah organisasi Induk ( orang tua ) dan segalahnya bagi kita semua, sebab lewat Jayawijaya kita dibangun, dibina, disiapkan serta dikaderkan sebagai generasi Pembangun yang siap pake bagi kelangsungan pembangunan Pegunungan Tengah secara Umum dan khususnya bagi kita yang baru mendirikan organisasi ini.
Mencermati history tersebut diatas, yang menjadi tanggung jawab kami sebagai generasi penerus masa kini adalah keharusan diri menyatukan tenaga dan pikiran untuk ikut serta meneruskan ahli waris cita-cita pendiri organisasi dengan lebih segera mencapai masa depan yang lebih baik. Dan pengabdian kita bertekad tetap satu yaitu “ satu Honai satu piranti KOTEKA “ .
Dan kembali pada keputusan Sidang Pleno IKB-PMPJ pada saat natal bersama di Denpasar-Bali pada tahun 2006 – 2007 yang berisi tentang Pemisahan tiga wilayah administratif Kabupaten baru Yaitu Kabupaten Tolikara, Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang. Disamping itu dinamika Pelajar dan mahasiswa yang berkembang terlihat dari potensi intelektualitas di wilayah se-Jawa dan Bali sangat siap untuk menentukan arah dan tujuan mereka , terkait dengan segala kemajuan dan spesifikasi daerah serta didorong oleh semangat dan motivasi dalam mengembangkan program umum yang akan dibahas.
Selanjutnya Ketiga Kabupaten baru tersebut mengagendakan Jadwal kegiatan masing-masing Kabupaten untuk membentuk Panitia Musyawarah Besar ( MUBES I ). Hal ini terbukti bahwa khususnya IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali pada tahun ini ( 2007 ) di wisma kaliurang Yogyakarta mengadakan kegiatan MUBES I sebagai gagasan baru untuk melanjutkan dan merupakan upaya berkelanjutan serta berkesinambungan yang bertahap sebagai ikthiar untuk menjawab tantangan akan peradaban keberadaan IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali dan sebagai wadah himpunan Organisasi Kemasyarakatan Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara serta untuk menjawab tantangan kedepan dalam peran aktif guna memantapkan persatuan dan kesatuan dan mengembangkan kualitas Pelajar Mahasiswa Pegunungan Tolikara khususnya sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan pendiri organisasi dan juga generasi barus disebut sebagai sumber insani pembangunan.
Untuk memaksimalkan Fungsi, Tujuan, dan Usaha-Usaha yang termuat dalam AD/ART IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali , maka perlu dijabarkan lebih lanjut dalam program umum yang ditetapkan dalam MUBES I IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali.
Adapun Program Umum IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali masa bakti 2007-2009 disusun sebagai berikut :

Pendahuluan

Maksud dan Tujuan

Landasan Program

Arah dan Strategi

Pokok-Pokok Garapan Strategi

Pokok-Pokok Program Umum

Mekanisme Pelaksanaan Program Umum

Penutup

B. INDENTIVIKASI ORGANISASI.

Nama Organisasi :
Nama organisasi: Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara di singkat IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali.

Wilayah Organisasi :
IKB-PMPT berkedudukan disalah satu kota studi dalam wilayah, Kabupaten dan Kota di pulau Jawa dan pulau Bali

Status Organisasi :
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara ( IKB-PMPT ) adalah organisasi kemasyarakatan yang independent berlandaskan Pancasila dan UUD 1945

Sifat Organisasi :
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara ( IKB PMPT ) adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang bersifat kesamaan dan tidak terikat pada suatu aliran Politik

Ruang Gerak Organisasi :
IKB-PMPT mengorganisir Pelajar dan Mahasiswa asal Pegunungan Tolikara yang sedang belajar di Pulau Jawa dan Bali sebagai alat control social dalam kelangsungan hidup di daerah perantauan

Masa Bakti Organisasi :
Selama Mahasiswa/I berada di kota studi se-Jawa dan Bali

Masa Bakti BPH :
Periode kepengurusan selama 2 Tahun

II. MAKSUD DAN TUJUAN
A. Maksud
Program umum dirumuskan dengan maksud agar terarahnya pengembangan dan peningkatan yang berkesinambungan dalam rangka mempersiapkan Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara yang beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berkwalitas dan berkemampuan untuk memberikan partisipasi bagi terwujutnya cita-cita pembangunan nasional.
B. Tujuan
Tujuan ditetapkan Program Umum adalah untuk mewujudkan kondisi yang diharapkan dan dilaksanakan secara bertahap melalui kegiatan dua tahunan
III. LANDASAN IDEOLOGI
Landasan Ideologi : – Pancasila
Landasan Konstitusional : -.UNDANG UNDANG DASAR 1945

AD/ART IKB-PMPT SE-JAWA DAN BALI
Landasan Operasional : Semangat Sumpah Pemuda Tahun 1928
Deklarasi Pendirian Organisasi Thn 1985
Permufakatan dalam
keputusan-keputusan tahun 2007

IV. ARAH DAN STRATEGI
A. Arah
Pengembangan dan peningkatan serta kualitas Pelajar dan Mahasiswa Tolikara dilaksanakan dalam rangka:

Memberi nilai tambah pada aspek keimanan dan ketakwaan, mental ideologis, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, pengetahuan dan keterampilan, guna pemantapan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sekaligus menjawab berbagai permasalahan yang berkembang seperti pemantapan demokrasi lokal, pemerataan memperoleh pendidikan dan hasil-hasilnya, peningkatan kesejahteraan anggota, keadilan hukum, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang menjamin keselamatan, kesehatan produktivitas, estetika dan budaya manusia.

Memaksimalkan Peran Intelaktual pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara yang aktiv, kritis, kreatif dan konstruktif untuk menetukan corak dan masa depan dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional..

Membangun Kebersamaan , Ide, Gagasan dan langka dalam keberagaman visi dan misi , persepsi dan organisasi demi terlaksananya kegiatan-kegiatan nyata yang memungkinkan dapat melaksanakan tugas-tugas partisipasi pembangunan daerah sesuai dengan panggilannya untuk berperan.

B. Strategi
Berdasarkan arah program umum IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali maka sttrategi pelaksanaan program ini disusun sebagai berikut:
a. Strategi Jangka Panjang

Pemantapan iklim pembinaan dan pengembangan intelektualitas pelajar dan mahasiswa pegunungan Tolikara secara bertahap dan berkesinambungan, guna menumbuh komitmen terhadap pengembangan wawasan dan mental yang diwujudkan dalam prilaku , moral, semangat kepeloporan, pembaharuan serta disiplin diri menuju terwujudnya kemandirian

Menumbuhkan dan meningkatkan keberanian moral dalam mengartikulasikan kepetingan pelajar dan mahasiswa serta masyarakat dalam rangka menyukseskan pembangunan nasional dan daerah sebagai pengamalan Pancasila disegala bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pengembangan rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan dikalangan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Papua pada Umumnya dan khususnya Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara Se-Jawa dan Bali di berbagai bidang kehidupan, dalam rangka memperjuangkan kepentingan Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara dengan meminimalkan polarisasi guna mengoptimalkan peran Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara kedepan.

Peningkatan dan pemantapan profesionalisme Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara dalam hubungan antara kelompok paguyuban dan atau hubungan dengan ormas lainya.

b. Strategi Jangka Pendek
Strategi jangka pendek merupakan rangkaian untuk mewujudkan strategi untuk jangka panjang dengan titik berat pada kondisi bangsa dan daerah pada pembangunan jangka panjang ketiga ( Otonomi Daerah ) yang meliputi upaya-upaya sebagai berikut:

Memaksimalkan IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali sebagi wadah yang berhimpun organisasi kemasyarakatan (Sosial ) maupun sebagai mekanisme pengontrolan dalam pembinaan dan pengembangan Intelektualitas Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara, dalam rangka mengoptimalkan fungsi IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali, guna memperoleh kemajuan yang optimal dalam keikutsertaan memantapkan kehidupan masyarakat pelajar dan mahasiswa pegunungan Tolikara.

Memberi dukungan optimal bagi pemantapan Korwil-Korwil yang berhimpun dalam IKB-PMPT, baik dari segi kelembagaan, keanggotaan maupun program, sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Meningkatkan kesadaran, disiplin dan tanggung jawab Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara sebagai warga Negara sekaligus sebagai subyek yang ikut berperan aktif memantapkan sistem pembangunan nasional dan mekanisme kerjanya sampai pada daerah .

Membangun hubungan kemitraan dengan pemerintah, lembaga-lembaga swasta serta lembaga-lembaga informal lainnya agar pelaksanaan program dapat terealisir secara terencana, terkoordinir, terpadu, dan lancar sesuai dengan yang diinginkan.

V. POKOK-POKOK GARAPAN STRATEGI
Pokok-pokok program strategis merupakan pokok-pokok acuan bagi prioritas kebijakan-kebijakan IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali masa bakti 2007-2009
Adapun pokok-pokok garapan strategi sebagai berikut:

Pembinaan dan pengembangan wawasan, pemantapan mental ideologis, pemasyarakatan sikap kritis kontruktif dan peningkatan kualitas kepemimpinan melalui proses kaderisasi

Peningkatan kwalitas komunikasi diantara Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, organisasi Swadaya Masyarakat ( LSM ) dan antar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara serta paguyuban lainnya .

Peningkatan kepekaan secara kritis-konstruktif terhadap setiap masalah yang berkembang dimasyarakat umumnya dan khususnya pelajar dan mahasiswa Pegunungan Tolikara Se-Jawa dan Bali terutama yang berkaitan dengan pemantapan demokrasi, pemerataan pembangunan, dan hasil-hasil kesejahteraan rakyat ( Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara ) menyangkut pengembangan pendidikan berpola asrama dan pengadaan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Tolikara yang ada di wilayah se-Jawa dan Bali.

Peningkatan sikap kritis-konstruktif terhadap masalah-masalah yang menyangkut hayat hidup serta kepentingan Pelajar dan Mahasiswa pegunungan Tolikara Se-Jawa dan Bali.

Mengantisipasi dan menanggapi secara kritis-kontruktif setiap perkembangan global yang berkaitan dengan proses pembangunan nasional maupun pembangunan lokal terutama pembangunan di Daerah Papua dan khususnya di Daerah Kabupaten Tolikara

VI. POKOK-POKOK PROGRAM UMUM
Untuk memastikan orientasi perumusan program organisasi di setiap jenjang kepengurusan, maka memperhatikan program kerja ini di setiap tingkatan selama satu periode.
Pokok-pokok program umum terdiri dari:

Pemantapan Kwalitas Organisasi
a. Pengelolaan struktur kelembagaan dan mekanismenya di setiap jenjang.
b. Optimalisasi personalia kepengurusan serta mekanisme kerja organisasi.
c. Pemantapan pola hubungan antar Pemerintah , LSM dan organisasi lainya secara efisien dalam mendukung pelaksanaan program kerja.
d. Penjabaran program kerja dalam seluruh aspek dengan memperhatikan perspektif yang dibentangkan sebagai arah dan rangkaian tindakan yang dirumuskan sebagai strategi.
e. Penjabaran program kerja dilakukan dalam memperkokoh wawasan kebangsaan, kebersamaan, antara sesama dan dengan masyarakat seluruhnya serta memperkuat idealisme, jiwa kepeloporan dan pembaharuan.
f. Penjabaran program kerja harus didukung kemampuan optimal pengurus IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali secara individu maupun kelembagaan serta dengan tingkat kemantapan maksimal organisasi kemasyarakatan Pelajar dan Mahasiswa Tolikara dalam segala aspek.

Pemanatapan dan Peningkatan kwalitas Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara dalam rangka untuk menangkal ancaman hukum
Pemantapan rasa kebangsaan, kebersamaan diwujudkan dengan program yang dapat meningkatkan harkat dam martabat Daerah , pemantapan kebersamaan ini dapat dibangun dengan penciptaan rasa kepemilikan dengan melakukan peran total terhadap berbagai permasalahan yang ada. IKB-PMPT bersama kompenen lainya dapat melakukan berbagai program kajian dan aksi yang diharapkan dapat menghukum bagi yang melanggarnya ( KORUPTOR ) secara social, agar program ini dapat berjalan terarah dan tidak melanggar hukum maka harus melibatkan lembaga bantuan hukum demikian pula dengan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Pemantapan dan Peningkatan Partisipasi dalam Pembangunan sebagai upaya mengatasi krisisi kepemimpinan Daerah
Pemantapan dan Peningkatan diwujudkan dengan cara :
a. Partisipasi dalam bentuk konsepsi melalui kajian pemikiran dan dialog tentang berbagi aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara secara komprehensif sebagi wujud untuk mengoptimalkan IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali sebagai laboratorium kader Pembangun daerah.
b. Menumbuhkan dan meningkatkan potensi intelektualitas pelajar dan mahasiswa pegunungan Tolikara dalam rangka mewujudkan Pelajar dan Mahasiswa sebagai Leader for tomorrow
c. Partisipasi dalam bentuk aksi sebagai wujud keberhimpunan didalam wadah IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali dan sebagi sarana pendidikan, pelatihan dibidang kepemimpinan.

Pemantapan dan Peningkatan Ekonomi
IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali sebagai Sarana Untuk :
1) Mengembangkan gagasan-gagasan baru yang dilandasai semangat nilai-nilai kejuangan bangsa dan pendiri organisasi ini melalui pengembangan peran IKB-PMPT sebagai sarana untuk meningkatkan ekonomi atau kesejahteran anggota.
2) Menciptakan kondisi yang kondusif dalam rangka memecahkan masalah-masalah ekonomi yang terjadi dalam kehidupan Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara se-Jawa dan Bali dalam berbagai aspek.
3) Memantapkan kebersamaan yang dinamis , kesetiakawanan dan saling menolong antar sesame Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara yang berhimpun didalam IKB-PMPT .
4) Mengembangkan komunikasi dalam rangka menjalin pola hubungan antara IKB-PMPT dengan Koorwil, IKB-PMPT dengan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, IKB-PMPT dengan Lembaga-lembaga donor , serta dengan Lembaga Swadaya lainnya dalam rangka menjalin program-program kemitraan dan bentuk-bentuk kerjasama yang kontruktif.

VII. MEKANISME PELAKSANAAN PROGRAM UMUM
Sesuai dengan arah dan strategi pokok-pokok garapan umum diatas , maka mekanisme pelaksanaan program umum yang terkait erat dengan tindakan pelaksanaan program kerja harus harus memperhatikan :

Program umum ini harus dijabarkan oleh pelaksanaan program dalam seluruh gerak dan tindakan organisasi dengan memperhatikan perspektif yang dibentangkan sebagai arah dan rangkaian yang dirumuskan secara strategis.

Penjabaran program hendaknya dilakukan dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan, kebersamaan, solidaritas antara sesama dengan masyarakat seluruhnya, serta mempertebal idealisme, jiwa kepeloporan dan pembaharuan.

Penjabaran program umum ini harus didukung dengan tingkat kemantapan optimal dari segenap pengurus IKB-PMPT termasuk korwil-korwil yang berhimpun dalam segala aspek

Dalam penjabaran program umum menjadi program kerja , hendaknya memperhatikan fungsi IKB-PMPT sebagi wadah pemersatu Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Tolikara.

Dalam melaksanakan program kerja , masing-masing tingkat Korwil bertindak sebagai pengkoordinasian dengan melibatkan segenap anggota secara optimal serta potensi yang ada. Dengan memperhatikan karakterisasi yang sesuai dengan mekanisme kerja yang disepakati bersama dalam institusi yang berwenang untuk menetapkan program kerja.

VIII. PENUTUP
Program umum ini, selanjutnya akan dirumuskan secara lebih opersional dalam Rapat Kerja Wilayah Se-Jawa dan Bali ( RAKER ) yang memang dirujukan untuk membahas program kerja secara mendetail. Akhirnya untuk dapat menjabarkan program umum ini menjadi program kerja bermakna yang strategi bagi IKB-PMPT Se-Jawa dan Bali. Dan tidak terlepas dari peran pengurus IKB-PMPT dan KORWIL secara maksimal.

Evaluasi kerja BPH

Selama beberapa priode yang kita ikuti kinerja kerja BPH Tolikara arah tujuan yang tidak jelas dalam organisasi (IKB – PMPT) Se-JAWA & BALI ini. Usman Weya Kordinator Pendidikan BPH. IKB-PMPT Se-Jawa & Bali Periode 2018-2020

Mahasiswa/I Tolikara Se-indonesia Berikan Kartu Kuning Kapada Pemda Atas Ketidakseriusan Dalam Penanganan Covid-19Mahasiswa/I Tolikara Se-indonesia Berikan Kartu Kuning Kapada Pemda Atas Ketidakseriusan Dalam Penanganan Covid-19

Gambar: Dokumen Pribadi Pengurus Perkumpulan Mahasiswa Tolikara (PMT) Provinsi Gorontalo, saat menyampaikan tuntutan Mahasiswa Tolikara Se-indonesia mengenai bantuan covid 19 oleh Pemda Tolikara.

SERUAN AKSI UMUM. KARTU KUNING PEMDA KAB.TOLIKARA

MAHASISWA TOLIKARA SELURUH INDONESIA MENUNTUT KEPADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TOLIKARA DALAM PENANGANAN CORONA VIRUS (COVID 19).

Pemerintah kabupaten Tolikara telah gagal meghadapi permasalahan sedang menghalami Penjebaran wabah pademi virus Corona covid-19

Kami mahasiswa asal kabupaten Tolikara se-Indonesia butuh perhatian kami adalah Aset Generasi penerus Kabupaten Tolikara/pada umumnya Papua. Jika pemerintah tdak menaghapi serius maka Kami seluruh mahasiswa asal kabupaten Tolikara se- Indonesia bersatu terus bersuara.

Gambar: Dokumen Pribadi Pengurus IKB-PMPT KORWIL Badung Jawa Barat, saat menyampaikan tuntutan Mahasiswa Tolikara Se-indonesia mengenai bantuan covid 19 oleh Pemda Tolikara.

Dengan adanya intruksi Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, (JOKOWI) Melalui kementrian kesehatan memberitahukan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia, jaga kesehatan dan kenyamanan dalam hal ini karantina diri di rumah.

Berdasarkan Udang-Udang Dasar Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Karantina Kesehatan. Kepada Pemerintah Kabupaten Kota diseluruh Indonesia. Inpres diterbitkan karena semakin meluasnya penyebarang virus Corona [Covid-19]. Mempercepat pelaksanaan pengadaan barang dan jasa untuk mendukung percepatan penanggulangan Covid 19.dengan UU No 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, peraturan pemerintah dan No 21 Tahun 2008 tentang penanggulangan bencana.

Dengan berdasarkan dasar hukum diata maka, kami mahasiswa asal Kabupaten Tolikara se-indonesia menuntut kepada pemerintah daerah atas keterlambatan penanganan corona virus (covid- 19.) Sehingga dengan tegas kami menyampaikan beberapa tuntutan antara lain.

Gambar: Dokumen Pribadi, pengurus IKB-PMPT Korwil Makeba, Saat menyampaikan tuntutan Mahasiswa Tolikara Se-indonesia mengenai bantuan covid 19 oleh Pemda Tolikara.

1. Kurangnya perhatian yang seharusnya dari pemerintah namun, pemerintah seakan lepas tanggungjawab dan tidak serius melihat nasib mahasiswa tolikara yang akan menjadi aset tolikara kedepan.

2. Jika tidak diindah kansolusi. Kami menuntut kepada Bupati segera mencobot jabatan kepala dinas P&P, dan (EKBAN) dengan alasan tidak mampu bekerja untuk mengurus/ mengontrol pendidikan ditolikara dari tingkat Sekolah dasar sampai dengan tingkat perguruan tinggi.

3. Kami menuntut kepada pemerintah tolikara dapat segera menyediakan computer/laptop dan wifi disetiap kota study. Dengan alasan semua aktifitas perkuliahan online.

4. Kami mahasiswa/I tolikara seluruh Indonesia menuntut kepada pemerintah daerah untuk segera  salurkan hak-hak mahasiswa yang didukung dalam undang-undang Otsus seperti;
a. Pemodokan/kontrakan
b.Hak study akhir Mahsiswa dan study langkah.

5. Pemerintah Tolikara segera ditiadakan dan bubarkan Dapur Umum yang dibuka oleh pihak TNI/POLRI di ibukota karubaga.

6. Pemerintah Tolikara segera membuka diri dalam penaganan Covid-19 seperti Kabupaten tetangga di wilayah pengunungan

7.Kami Mahasiswa/I seluruh Indonesia, meminta kepada Bapak Bupati segera kedaerah guna melihat keadaan Orangtua kami.

8. Kami mahasiswa/I Tolikara meminta kepada Gubernur Papua dengan tegas menegur Bupati Tolikara karena tidak menjalankan tugas untuk melindungi Masyarakat dan Mahasiswa Tolikara yang sebagai tanggungjawabnya.

Dengan dasar hukum serta beberapa tuntutan diatas maka, Kami seluruh mahasiswa/i Asal kabupaten Tolikara se-indonesia sekali lagi menuntut kepada bapak bupati Tolikara Usman G Wanimbo, SE, M.Si untuk segera anggarkan Dana guna mencukupi kebutuhan masyarakat maupun kami mahasiswa/i di seluruh nusantara. ujar Korlap Umum Mahasiswa Tolikara Se-indonesia. Sonny Liwiya

Penanggung jawab Umum aksi Serentak Mahasiswa Tolikara Se-indonesia

Endiron Weya_________sonny Liwiya

Gambar Sony Liwiya selaku Ketua Korlap Aksi Umum Mahasiswa Tolikara Se-indonesia. Dari Dokumen Pribadi pengurus Perkumpulan Mahasiswa Tolikara (PMT) Provinsi Gorontalo, saat menyampaikan Pernyataan sikap, tuntutan Mahasiswa Tolikara Se-indonesia.

Salam Mahasiswa Tolikara Se-indonesia.
“Nawi Arigi”

Pendidikan Tinggi Tak Menjamin Kesuksesan, Tekad dan Kerja Keras adalah Kunci Penting Meniti Karir Masa Depan

Pendidikan Tinggi Tidak Menjamin Kesuksesan, Tekad dan Kerja Keras adalah Kunci Penting Meniti Karir Masa Depan

Semangat dan kerja keras adalah hal penting yang harus dipunya. Tanpa semangat dan kerja keras kita TIDAK akan sanggup mengubah mimpi kita menjadi nyata.

Kebon jeruk. 20 juni 2018
ijazah bukan jaminan kesuksesan via http://www.tescoplc.com

Banyak orang merasa semakin tinggi titel yang disandang nama, maka semakin tinggi pula kesuksesan yang akan diraihnya. Padahal hal itu belum tentu benar adanya. Terkadang gelar yang telah kita dapatkan tidak menentukan arah kesuksesan karir kita ke depan. Sejatinya kerja keras serta semangatlah yang patut dijadikan landasan.


Jika sekarang ini kita masih sering merasa rendah diri dengan jenjang pendidikan terakhir kita, maka jangan pata semangat untuk jenjang berikut.


Kita tidak bisa hanya mengandalkan gelar pendidikan untuk meraih mimpi kita. Di luar hal itu, kita membutuhkan semangat yang selalu menyala dan kerja keras tanpa henti. Ketika kita selalu berhasil menuntun seseorang ke puncak kesuksesan, ubah pola pikirmu sekarang juga.

Hanya semangat juang dan kerja keraslah yang bisa menjadi bumbu utama untuk mencicipi keberhasilan.

BESAR HARAPAN SAYA ARTIKEL PENDEK INI BISA TERINSPIRASI ANDA DALAM MENCARI PEKERJAAN

Penulis. Usman Weya